Kiat Bisnis Kuliner Rumahan Modal Kecil Ibu Rumah Tangga


Bisnis kuliner sedang menjadi bisnis yang hits, peluang usaha yang patut diperhitungkan. Namun masalahnya, di sini ada persoalan pembahasan ‘bisnis kuliner rumahan’. Tentunya, anda mengandalkanr rumah sebagai tempat produksi. Namun, bila pemahamannya sekedar tempat produksi, sepertinya rata-rata aktifitas produksi memang dilakukan di rumah. Maka dari itu, bisnis kuliner rumahan menjadi catatan tersendiri. Dalam permasalahan pengertian, bisnis kuliner menjadi solusi usaha untuk ibu rumah tangga yang tidak bekerja di luar kantor.


Pemahaman Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga

Penulis perlu menjelaskan mengenai pemahaman, pengertian bisnis rumahan iu rumah tangga. Seperti yang sudah dketahui, banyak pelaku bisnis mengandalkan rumah sebagai ruang aktifitas produksi. Tetapi, pada kenyataannya, mereka berjualan di luar. Bisnis seperti ini, apakah tergolong bisnis rumahan atau bisnis luar rumah? Bagaimanakah seharusnya memaknai ini? Apakah bisnis rumahan sekedar bisnis yang dijalankan di rumah, tanpa perlu keluar untuk aktifitas berjualan? Ataukah bisa keluar dari rumah, baik mengandalkan tenaga sales atau si pengelola sendiri? Bagaimana pemahaman yang lebih mencirikan spesifikasi bisnis rumahan?

Maka dari itu, penulis akan membuat rincian bagaimana sih spesifikasi bisnis rumahan.

1. Ruang Produksi Rumahan

Bisnis rumahan mengharuskan memiliki rumah sebagai ruag produksi. Bila tidak memiki ruang produksi dalam rumah, ini bukan disebut bisnis rumahan. Tetapi bisnis luar rumah. Setuju?

2. Memiliki Stok Produk Dalam Rumah

Mungkin anda pemilik bisnis kuliner, toko kelontong, atau anda sebagai penjual batu online. Apapun status bisnis anda, bisnis di rumah mengharuskan ada stok produk. Kalau tidak ada stok produk di rumah, apakah disebut produk rumahan?

3. Bekerjasama Dengan Banyak Penjual

Kalau anda membuka bisnis kelontong, ini sudah disebut bisnis rumahan. Bila anda mengelola sebuah produk tertentu, ini sudah disebut bisnis rumahan. Masalahnya, toko kelontong menang bisa mengandalkan rumah sebagai tempat jualan. Bagaimana bila produksi makanan yang jumlannya lebih banyak setiap harinya? Tentunya, pengusaha produk rumahan harus bekerjasama dengan beberapa penjual termasuk toko kelontong dalam penjualan produk.

4. Memiliki Beberapa Karyawan

Untuk apa disebut bisnis rumahan bila tidak memiliki beberapa karyawan? Karyawan ini akan meringankan pekerjaan si pemilik bisnis yang ada di rumah. Biasanya, karyawan atau pegawai diambil dari orang terdekat.

Pemahaman Kuliner Sebagai Target Produk

Apa yang dimaksud kuliner? Mungkin anda belum memahami apa yang diartikan kuliner. Kuliner sendiri adalah sesuatu yang berhubungan dengan masak-memasak. Kuliner berasal dari kata culinary yang juga berartikan berhubungan dengan masak-memasak. Biasanya, kuliber berhubungan dengan makanan sehari-hari.

Apakah makanan sejenis kue-kuean, bolu-boluan, roti-rotian dan yang di luar makanan untuk kebutuhan harian dianggap sebagai kuliner? Penulis mengira bahwa persoalan ini bukan termasuk kuliner bila berdasarkan kondisi atau kebiasaan masyarakat Indonesia yang lebih condong mengkonsumsi nasi, sagu atau jangung. Kalau di luar negeri, makanan roti biasa dikonsumsi sebagai makanan kebutuhan harian. Bila seperti ini, apakah pengertian bertantung pada wilayah atau memang makanan sejenis kue dan lainnya bisa masuk dalam kategori kuliner?

Bahkan, ketika melihat perkembangan kuliner era kekinian, ankea olahan kue bisa masuk dalam kategori kuliner. Bila seperti ini, isitlah kuliner yang identik dengan masak-memasak perlu dirubah kembali. Atau, pengertian memasak perlu mengalami pengembangan sampai bisa masuk dalam proses pembuatan kue-kuean. Memasak bisa diartikan menggoreng, memanggang, mengoven atau membakar. Bila seperti ini, arti kuliner bisa menarget segala macam makanan.

Bagaimana dengan minuman yang tidak memiliki istilah “memasak”? Untuk masalah ini, penulis tidak bisa menjelaskan. Bisa dikatakan, minuman bagian pelenggap saja, sebagai teman mengkonsumsi makanan.

Baca: Bisnis Cemilan Enak Online Tanpa Modal

Mengapa Bisnis Kuliner Untuk Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga?

Bisnis rumahan ya bisnis kuliner. Mungkin anda tidak setuju dengan sebutan ini. Tetapi, faktanya, bisnis kuliner rumahan memang ada dimana-mana. Di samping beberapa bahan yang diperlukan mudah didapatkan, penjuala pun bersifat harian. Banyak bisnis makanan makan warungan yang laris-manis terjual walaupun hanya mengandalkan rumah sebagai tempat. Bisa jadi, area sekitar memang ramai sehingga penjualan kuliner rumahan kelas warung laris. Ini artinya, anda bisa masuk dalam bisnis kuliner sebagai peluang yang anda ambil. Di damping selalu laku, variasi kuliner.

Berikut beberapa alasan mengapa anda lebih memfokuaskan mengambil bisnis kuliner rumahan.

1. Bisnis Kuliner Rumahan Mudah Dibuat

Kerajinan tangan yang mudah dibuat ya bisnis kuliner. Banyak kerajinan tangan yang berjenis kuliner. Kenapa kuliner dianggap kerajinan tangan? Karena sebagian kuliner ada yang menggunakan tangan dalam pembuatannya. Contoh saja pisang naget. Anda bisa melihat bentuknya yang sederhana dengan taburan cokelat. Bila seperti ini, proses kesehariannya memang mudah. Dalam sehari, bisnis kuliner anda bisa memproduksi banyak produk.

2. Lebih Cocok Untuk Di Lakukan Ibu Rumah Tangga

Bisnis kuliner rumahan adalah bisnisnya para ibu rumah tangga. Walaupun banyak pria, bapak rumah tangga bisa memasak. Tetapi, ibu rumah tangga lah yang lebih diidentikan dalam dunia masak-memasak. Jadi, peluang bisnis kuliner rumahan lebih cocok untuk rumah tangga. Walaupun dalam prakteknya, si bapak bisa menjadi pemodal utama bisnis kuliner rumahan. Bahkan, si ibu sendiri tidak mengurusi dalam masak-memasak tetapi bisa memiliki bisnis kuliner masakan.

3. Bahan Produksi Yang Mudah Di Dapat

Bisnis kuliner tidak perlu mengkhawatirkan bahan. Mengapa? Kuliner yang kepentingan untuk makanan harian biasanya terpenuhi bahan-bahannya. Ada banyak petani-petani yang menyediakans tok bahan pembuat kuliner. Di samping itu, Indonesia bisa mengimpor bahan bila memang bahan pembuat kuliner ada yang belum dipenuhi di dalam negeri.

Apakah Bisa Bisnis Kuliner Menggunakan Modal Kecil?

Pertanyaan ini sebenarnya tidak perlu dibanyakan. Mengapa? Tentunya, bisnis kuliner bisa dijalankan dengan modal berapapun selagi bisa menghasilkan produk yang diinginkan untuk penjualan. Namun biasanya pemula masih mempertanyaka masalah ini. Jadi, penulis perlu menjelaskan. Penjelasannya adalah bisnis kulner bisa dijalankan dengan modal kecil. Tentunya, modal kecil untuk bisnis kuliner tiap jenis produknya berbeda. Produk kuliner gorengan jauh lebih tinggi daripada produk kuliner serba rebusan.

Cara memanfaatkan modal kecil untuk kebutuhan bisnis kuliner rumahan. Berikut langkahnya.

1. Menjual Kuliner Untuk Tetangga

Dalam hal ini, anda tidak perlu mengharapkan keuntungan. Dengan modal kecil untuk bisnis kuliner, anda bisa mengandalkan tetanngga dalam menarget pasar. Ya, keuntungan penjualan dalam menarget tetangga memang tidak seberapa. Tetapi, inti penting memanfatkan modal kecil dengan menarget tetangga adalah mendapatkan testimoni. Bila kuliner anda enak, merea mungkin saja berlangganan. Ini sebagai langkah awal menuju penjuala yang lebih besar berdasarkan testimoni tenangga.

Anda bisa memberikan harga murah sebagai langkah awal. Tujuannya bukan mendapatkan keuntungan hari ini, tetapi anda bisa jadikan keuntungan jangka panjang.

Nanti, anda bisa mengirimkan berbagai tawaran kuliner dengan brosur.

2. Melayani Pemesanan

Bisnis kuliner rumahan dengan modal kecil bisa dijalankan dengan menggunakan teknik pemesanan. Tentunya, anda sudah menjalankan langkah pertama yang sudah dijelaskan di atas. Dengan langkah ini, anda tidak perlu membuang modal untuk keperluan membeli bahan-bahan. Penjualan pun langsung laku karena memang sudah dipesan terlebih dahulu. Anda berbelanja bahan dari orang yang memesan. Bayangkan, anda hanya menyediakan alat pengolahan yang memang sudah tersedia. Benar-benar bisnis kuliner rumahan modal kecil bukan?

Maka dari itu, kuliner terbaik dalam bisnis di rumah adalah kuliner yang erat kaitannya dengan kebutuhan acara yang melibatkan banyak orang. Intinya, anda harus melihat area sekitar, kuliner apa yang banyak dibutuhkan untuk kebutuhan hajatan.

Solusi Bisnis Kuliner Menghadapi Resiko Basi

Bisnis kuliner pasti akan menghadapi masalah kebasian. Ini bisa membahayakan jika terjadi makanan basi dalam jumlah yang banyak. Bisnis kuliner rumahan anda bisa rugi hanya karena terjadi kebasian. Konyol sekali. Tetapi, itulah yang perlu anda hadapi. Mau tidak mau, bisnis kuliner akan menghadapi kebasian. Ada banyak pengusaha menutupi resiko makanan kebasian ini dengan menggunakan bahan pengawet. Bahkan ada banyak makanan yang memakai bahan pengawet yang dilarang seperti formalin dan lainnya.

Lalu bagaimana solusi bisnis kuliner dalam menghadapi resiko basi? Berikut yang bisa anda lakukan walaupun tidak menjamin hal ini terjadi.

1. Membuat Produk Yang Laku Sebelum Basi

Semua orang paham bahwa laku sebelum makanan basi harus didapatkan. Masalahnya, banyak penjualan yang tidak memahami teknik laku menjual produk kuliner. Mereka sekedar menjual. Bahkan, mereka sekedar membuat produk kuliner. Bagaimana mau bisa mendapatkan penjualan cepat bila produk kuliner tidak diminati pasar? Maka dari itu, anda perlu memperhatikan pasar. Bukan sekedar pasar, anda pun harus memperhatikan jumlah penjual atar produk yang sama. Ini menjadi catatan tersendiri. Di samping itu, bagaimana tingkat kejenuhan pasarnya? Ini juga perlu diperhatikan. Kuliner manis biasanya memiliki tingkat kejenuhan yang tinggi.

2. Memperbanyak Media Penjualan

Ketika poin pertama sudah di atasi, anda harus memperbanyak media penjualan. Mereka berminat atas produk tertentu belum tentu tahu produk anda yang memang disukai mereka. Untuk itu, anda harus menyebarkan media penjualan. Sekarang, penjualan produk bisnis kuliner rumahan sudah bisa secara online tanpa perlu ribet aturan baku kemasan produk. Dengan mengandalkan aplikasi penjualan kuliner, anda bisa dengan mudah menyebarkan penjualan. Secara ofline, anda bisa mengandalkan tenaga penjual.

3. Melayani Paket Pemesanan Kuliner

Untuk masalah paket pemesanan kuliner, hal ini bergantung jenis kulinernya. Biasanya, kuliner yang bisa dipesan adalah kuliner nasi box atau nasi tumpeng. Memang, ada banyak jenis kuliner yang bisa dipesan secara paket. Dalam hal ini, penulis akan memfokuskan pada nasi tumpeng yang berisi sambal gudangan khas Sambal Bu Kaji. Dengan membuka paket pemesanan kuliner, hal ini sangat menghindari dari basi. Mengapa? Anda mendapatkan job nasi tumpeng dalam jumlah banyak. Ini bisa diartikan anda seperti anda mendapatkan penjualan dalam sehari dengan jumlah yang banyak. Memang, anda membuka bisnis kuliner rumahan dalam bentuk memproduksi kuliner. Tetapi, anda membutuhkan strategi paket pemesanan yang terkesan bahwa anda sudah menghabiskan produk penjualan ketika terjadi pemesanan.

Resikonya memang ada. Apa resiko dalam melayani paket pemesanan? Karyawan yang dibutuhkan bisa bertambah. Tentu, hal ini bisa merepotkan jika produksi kuliner di luar kemampuan mereka. Tetapi, biasanya, tim bawah tidak sampai mengurusi pada pengolahan produk.

Bagaimana Solusi Bisnis Kuliner Rumahan Dalam Target Penjualan Online?

Penjualan online lintas kota mengharuskan kemasan produk harus berstandar pabrik. Maka dari itu, Sambal Bu Kaji dengan serius mengemas sambal pecelnya dengan kemasan yang layak jual online alias kemasan premium. Memang, Sambal Bu Kaji sendiri menyediakan paket penjualan sambal kemasan biasa khusus untuk para penjual pecel sayur. Sambal Bu Kaji Sendiri membuka warung pecel online tetapi hanya untuk target dalam satu kota saja.

Di sini, penulis akan menjelaskan solusi bisnis kuliner rumahan dalam target penjualan online.

1. Memilih Jenis Bisnis Kuliner Layak Online

Kini, penulis akan mengambil contoh pecel sayur. Menurut anda, apakah bisa menjual produk kuliner pecel sayur secara online? Di samping mudah basi, sayuran pun mudah layu. Apalagi, sayuran bisa dengan mudah didapatkan dan diolah. Untuk apa si pembeli membeli pecel sayur secara online? Kalau penjualan pecel sayur secara online dalam target kota, dalam artian bisa di tempah dalam hitungan puluhan menit, ini masih bisa dilakukan dengan mengandalkan aplikasi yang sedang nge-trend sekarang ini seperti Madhang dan Grabfood. Lain ceritanya bila penjualan target lintas kota, pecel sayur tidak bisa di tempuh dengan jarak jauh.

Jadi, penjualan online lintas kota mengharuskan memilih produk kuliner yang tepat. Bila sudah tepat, anda bisa melakukan pemberian bahan pengawet atau tidak. Atau, anda bisa mengolah kuliner menjadi tahan basi.

2. Menjadikan Produk Kuliner Bervariasi

Mengapa perusahaan mi instan menghadirkan variasi baru dalam mi? Ini untuk menghindari kejenuhan pasar. Perusahaan ingin mereka tetap berlangganan di dalam produk buatan dirinya. Makanya, perusahaan menghadirkan variasi terbaru. Kalau anda menjual secara online, katakanlah sambal, anda harus bisa menghadirkan variasi terbaru.

Di samping itu, anda harus menghadirkan produk yang ada kaitannya. Dalam hal ini, penulis mencontohkan sambal. Apa hubungannya dengan sambal? Tentu, anda bisa menjual vidio resep membuat berbagai hidangan pecel, pecel lele sampai pecel sayur. Anda pun bisa menjual makanan yang bisa di cocol dengan sambal. Dengan cara seperti ini, mereka akan menikmati berbelanja di toko sambal anda.

3. Mengemas Menjadi Produk Kuliner Yang Layak Di Jual Mahal

Produk anda memang murah. Misalkan aneka kerupuk. Tetapi, anda menjual dengan harga grosir sehingga satu pengiriman bisa berisi banyak produk dengan harga yang jauh lebih mahal. Ini menjadi solusi bagi produk yang dihargai murah per itemnya. Tujuan menyediakan harga grosir adalah untuk kepentingan mereka dalam penjualan kerupuk di wilayah masing-masing. Kalau anda menjual sambal per item, mereka akan malas karena tidak ada barang belanjaan lain yang perlu dibeli. Apakah mereka akan rela mengeluarkan uang 10.000 dengan ongkir 10.000? Tentunya, mereka berkeinginan membeli dalam jumlah banyak. Kalau tersedia harga grosir, baik konsumen biasa atau penjual, mereka akan dengan rela membeli banyak.

Baca: Bisnis Rumahan Modal kecil Untung Besar

Bagaimana dengan produk berharga mahal? Mungkin anda membuka bisnis kuliner rendang atau sambal pecel. Makanan jenis ini tergolong mahal per kemasannya. Sambal Pecel dari Sambal Bu Kaji sendiri ada yang berharga 50.000 per itemnya. Maka, tidak mengharuskan untuk memberikan harga grosir. Tetapi, anda bisa juga memberikan harga grosir.