Alasan Bisnis Makanan Tradisional Pecel Selalu Laris


Ini pembahasan lebih kepada alasan mengenai bisnis makanan tadisional pecel. Mengapa bisnis makanan tradisional pecel bisa laris sepanjang masa? Padahal, hidangan tradisional khas Jawa ini tergolong lama usianya. Mengapa dianggap lama? Hal ini berdasarkan penelusuran nama pecel yang masih sulit dilacak. Hanya beberapa sumber kemunculan nama ini yakni bersumber dari kamus bahasa jawa yang artinya “tumbuk”. Artinya, pecel ini ditaburi sambal yang ditumbuk, yang masih belum jelas bagaimana jenis sambalnya yang dianggap sambal pecel. Ini membuktikan bahwa pecel adalah hidangan tradisional. Hidangan atau makanan tradisional biasanya makanan yang memiliki umur yang lama.


Pecel sendiri adalah salah satu makanan favorit khususnya untuk orang jawa. Kalau makanan tradisional favorit model pecel di jawa barat, makanan ini dikenal dengan rumbah atau biasa disebut gado-gado. Entah apa perbedaannya yang jelas berbahan sama dengan sedikit perbedaan. Memang, makanan tradisional baik pecel atau mirip pecel, makanan ini memiliki pelanggan setia yang tidak main-main jumlahnya. Kalau anda berbisnis pecel atau rumbah dengan racikan yang enak, banyak pelanggan yang akan berburu bisnis pecel atau rumbah.

Namun, kalau sekedar jumlah statistik banyak yang berminat pada makananan tradisional pecel atau sejenisnya, hal ini belum dianggap jelas seputar alasan bisnis makanan ini banyak yang berminat. Penulis ingin menjelaskan persoalan bisnis makana tradisional ini yang dianggap sealu laris sekalipun penjual kelas kecil ala warung rumah tangga.

Baca: Cara Bisnis Makanan Sehat Dan Bergizi

Makanan Tradisional Pecel Menggunakan Bahan Kangkung

Anda bisa mencoba bahan selain kangkung dalam makanan tradisional pecel ini. Misal, anda bisa mengganti dengan sawi yang lebih identik dengan kangkung. Apakah akan tetap banyak peminat pecel? Anda jangan mengharapkan penjualan makanan tradisional ini tetap laku bila diganti dengan saturan sawi. Di samping agak pahit, sayuran sawi tidak serasi bila digunakan untuk makanan pecel. Sayuran sawi hanya cocok untuk bakso, mi ayam, mi rebus dan nasi goreng. Jadi, pecel identik dengan kangkung. Di samping rasanya gurih, agak manis, kangkung sudah menjadi ciri khas makanan tradisional pecel. Tentu, bila makanan kangkung campur sambal enak seperti miliknya Sambal Bu Kaji, ini akan menjadi makakanan yang laris manis.

Makanan Tadisional Pecel Murah-Meriah Dengan Kualitas Menggoyang Lidah

Mengapa bisnis makanan tradisional pecel bisa menghasilkan banyak penjualan sekalipun sekelas gerobak? Tentu, nilai murah meriah yang melekat dalam makanan tradisional ini yang menjadi alasan berikutnya. Siapa yang tidak rela mengeluarkan uang sekitar 2000-5000 untuk menikmati makanan enak pecel ini? Apalagi kualitas sambalnya berasal dari Sambal Bu Kaji, lidah penikmat pecel akan makin bergoyang menikmati.

Membandingkan Makanan Tradisional Jawa Barat Rumbah dan Rujak dengan Pecel

Pembahasan awal makanan tradisional adalah area wilayah jawa barat. Bila menyangkut jawa barat, ini termasuk wilayah Cirebon. Cirebon jawa barat bukan identik sunda dan juga jawa. Cirebon identik dengan khasnya sendiri. Makanan tradisional yang sering dihadirkan Cirebon-Indramayu adalah rumbah dan rujak kangkung. Makanan tradisional ini laku, laris-manis di area ini. Bahkan, jenis makanan rumbah ini sudah memiliki beberapa variasi yakni kacang dan asam-trasi.

Yang lagi trend adalah rumbah asam-trasi karena perbaduan antara kangkung dan sambal asam-trasi yang membuatnya menjadi bertambah gurih. Apalagi kepedasannya menggigit lidah, rumbah menjadi makanan favorit yang tidak bisa diremehkan dengan kehadiran makanan lain, termasuk pecel.

Masalahnya, apakah makanan tradisional rumah lebih identik dengan rumbah? Sepertinya berbeda. Bumbu pecel sendiri bisa untuk taburan pecel nasi. Kalau rumbah, justru tidak enak kalau untuk taburan ke nasi sehingga tidak ada rumbah nasi. Memang, ada rumbah yang rasa kacangnya kental sehingga bisa dikatakan mirip pecel. Namun persamaannya pun tidak bisa dilepaska begitu saja. Bumbu pecel dan rumbah sama-sama dari bahan yang sama. Mungkin, kadarnya saja yang berbeda.

Apapun perbedaan dan persamaan kedua makanan tradisional di atas, keduanya memang dianggap laku dipasaran. Tentunya, ini menjadi catatan sendiri. Olahan bumbu harus mementingkan resep yang enak agar diburu para pembeli. Intinya, sebagian besar bisnis makanan tradisional rumbah dan pecel laku dipasaran sekalipun kelas warung kecil.

Membandingkan Makanan Tradisional Sunda Karedok Dengan Pecel

Bagaimana dengan olahan makanan tradisional karedok sunda dengan pecel jawa? Persamaannya tentu banyak. Perbedaanya hanya pada kadar bahan. Namun ada bahan yang tidak ada di karedok sunda seperti yang ada di pecel yaitu cabai. Karedok tidak terasa pedas. Kalau pecel jawa, makanan ni memang harus diberi cabai. Untuk masalah sayurannya, karedok sunda lebih menggunakan bahan mentah. Kalau pecel jawa, semuanya harus serba matang.

Bagaimana tingkat penjualannya? Sepertinya, pecel jawa jauh lebih tinggi tingkat penjualannya. Mengapa? Karedok sunda tidak memiliki rasa pedes di saat kental bahan kacangnya. Seperti yang mungkin sudah anda rasakan, bahan kacang jauh lebih bisa membuat bosen untuk memakan, apalagi setiap hari. Sedangkan pecel, makanan tradisional khas jawa ini memiliki kepedasan karena berbahan cabai. Dengan kacangnya yang tidak terlalu kental, pecel jawa mampu meraih tingkat penjualan yang tinggi.

Makanan Tradisional Berbahan Cabai Memang Lebih Menggoda Menggoyang Lidah

Makanan yang berbahan cabai memang selalu dilirik. Nasi padang dengan sambalnya, ini menjadi kenikmatan sendiri. Begitu juga dengan sambal terasi olahan ibu, tahu dan tempe menjadi tambah gurih. Apalagi kalau pecel dengan olahan sambal dari Sambal Bu Kaji, lidah mau bergoyang sampai kegigit gigi karena sakit menghayati menikmati pecel (becanda). Inilah alasan mengapa bisnis makanan tradisional pecel bisa selalu laku dan cepat habis setiap harinya.

Tentunya, tingkat pesaing menjadi perhitungan sendiri. semakin banyak pesaing makanan tradisional khususnya pecel, penjualan akan terbagi semakin banyak. Artinya, per penjual mendapat jumlah penjualan yang sedikit. Bila memang banyak pesaing di suatu tempat namun masing-masing penjual pecel mendapatkan jumlah penjualan yang rata, bisa habis semua, ini berarti tingkat konsumen yang memang banyak.

Pada intinya, pecel dengan pedasnya sambal menjadi idola tersendiri. Ketika mereka penat akibat aktifitas harian, makanan tradisional khas jawa ini mampu mengurangi kepenatan. Banyak orang yang berkeyakinan bahwa setelah memakan makanan yang pedas akan terasa fress, pikirannya.

Makanan Tradisional Pecel Nikmat Untuk Santap Makan Siang

Untuk masalah santap makan siang, pecel nasi memang menjadi pilihan terbaik. Walaupun pecel nasi, biasanya penjual pecel menghadirkan sayuran pada nasi. Jadi, antara sayur dan nasi berpadu menjadi satu dalam taburan sambal pecel. Dengan membeli pecel nasi, pelanggan bisa merasakan kenyang. Memang, ada pecel lain yakni gendar pecel yang bercampur dengan sayuran. Tetapi, pecel nasi menjadi pilihan utama dalam menyantam pakan siang. Biasnaya, pecel nasi akan laku di saat menjelang atau waktu siang hari. Karena di wakt itulah, kepala manusia sedang merasakan penat, pusing dan tegang akibat aktifitas pekerjaan.

Baca: Bisnis Makanan Ringan Pedas