Cara Bisnis Makanan Sehat Dan Bergizi Halal


Apa maksud cara bisnis makanan sehat dan bergizi? Dalam hal ini, anda tidak perlu menafsirkan secara spesifikasi. Mengapa demikian? Bila berbicara makanan sehat dan bergizi, peluang bisnisnya tentu tidak terhitung banyaknya. Artinya, selagi makanan itu memenuhi unsur-unsur kesehatan, ini termasuk dalam jenis bisnis makanan sehat dan bergizi. Bahkan, makanan yang indentik makanan sehat, katakanlah makanan tempe, bila pengolahannya tidak memenuhi unsur kesehatan seperti memakai minyak yang sudah hitam warnanya, ini bukan lagi makanan sehat dan bukan dalam jenis bisnis makanan sehat.


Lalu kenapa penulis menjelaskan peluang bisnis makanan sehat dan bergizi? Tentunya, pembahasan ini masuk dalam jenis bisnis makanan sehat secara umum. Disini, penulis tidak menargetkan bisnis makanan sehat dalam produk tertentu. Intinya, semua makanan yang memenuhi unsur sehat dan bergizi, inilah yang bisa dijadikan sebagai peluang bisnis makanan sehat.

Di sini hanya menjelaskan bagaimana peluang bisnis makanan sehat dan bergizi bisa bersaing dengan bisnis lainnya. Biasanya, bisnis makanan yang memenuhi unsur sehat dan bergizi bisa mahal. Benarkah demikian? Kalau benar, bisnis makanan sehat bisa menjangkau kalangan menengah-kebawah. Apalagi, banyak masyarakat Indonesia tidak memperdulikan makanan sehat. Jelas, bisnis makanan makanan sehat dan bergizi.

Tidak terlupakan, bisnis makanan sehat dan bergizi ini memenuhi unsur halal. Artinya, makanan ini halal dan toyib, halal dan sehat. Makanan berstatus halal jauh lebih luas jangkauan pasarnya daripada makanan yang tidak berstatus halal. Makanan sehat dan bergizi memang tidak ada kaitannya dengan kehalalan. Banyak makanan sehat tetapi mengandung bahan yang tidak halal.

Apakah makanan halal identik dengan sehat? Hampir dikatakan menyerupai. Hal ini karena status penghukuman tidak mesti haram, bisa makruh juga. Sebagai contoh adalah makanan yang dibungkus plastik kresek. Makanan tersebut sehat, bergizi dan halal tetapi sudah terkena bahan plastik akibat efek panas dari makanan. Kalau sudah seperti ini, apakah masih dianggap makanan halal dan sehat? Bisa saja halal tetapi berstatus tidak sehat karena plastik pembungkus mengandung zat kimia yang tidak sehat. Makanan ini juga bisa juga haram kalau zat kimia membahayakan nyawa seperti menyebabkan demam tinggi, muntaber, dll.

Lalu bagaimana penerapan atas peluang bisnis makanan sehat dan bergizi?

Baca: Bisnis Makanan Modal Kecil Laku Terjual

Memperdalam Persoalan Pembuatan Makanan Sehat dan Bergizi Plus Halal

Banyak yang membuat produk bisnis makanan tidak mencerminkan makanan sehat dan bergizi karena si pembuat makananya sendiri tidak memahami persoalan ini. Bagaimana mau membuat makanan sehat dan bergizi bila tidak paham? Jadi, ketika mau memanfaatkan peluang bisnis makanan sehat dan bergizi, hal yang pertama, anda harus memahami persoalan makanan sehat, bergizi dan halal.

Makanan sehat tidak melulu masalah bahan yang digunakan untuk produk. Tetapi, bagaimana proses pembuatannya bahan-bahan yang dianggap sehat itu. Belum masalah pengemasan produk yang bisa membuat makanan tetap sehat atau terkontaminasi bahan kimia yang tidak membahayakan. Pada akhirnya, anda membuat manajemen khusus mengenai produk makanan sehat, bergizi dan halalal guna menghindari dari status “makanan tidak sehat”.

Berniat Membuka Bisnis Makanan Sehat dan Bergizi

Memanfaatkan peluang bisnis makanan sehat dan bergizi plus halal tentu kembali juga pada niat si pengelola yaitu anda sendiri. Memang kenyataannya seperti ini. Banyak pemlik bisnis makanan memiliki rasa malas dalam hal menjaga kesehatan dan faktor gizi. Bukan malas semata, mereka juga tega. Mereka tahu bahwa bahan pengawet seperti formalin, bahan pewarna kain dan sebagainya berbahaya. Mereka tahu. Tetapi, faktanya, mereka menggunakan pengawet itu untuk makanan. Jelas, ketika makanan dikonsumsi sekalipun bernilai gizi, makanan itu berbahaya, membawa sumber penyakit.

Baca: Bisnis Makanan Ringan Pedas

Bisnis Makanan Sehat Dan Bergizi Plus Halal Menarget Kalangan Menengah-Ke Atas

Disini, pembahasannya adalah bisnis makanan yang memenuhi unsur kesehatan dan juga gizi. Artinya, olahan makanannya tetap mempertahankan gizi. Kalau seperti ini, biasanya, makanan yang dijual cenderung mahal. Memang, kadar gizi setiap makanan berbeda. Perbedaan ini yang membuat harga jual makananya bisa mahal atau murah. Sebagai contoh, makanan ayam yang kaya gizi jauh lebih murah daripada olahan siomai. Namun keduanya memiliki gizi walaupun berbeda. Tetapi pertanyaannya, apakah ayam dan siomai jenis makanan bergizi? Kalau ayam, bisa jadi ini makanan yang penuh gizi. Kalau siomai bagaimana? Di sini tidak bermaksud mengatakan bahwa siomai bukan makanan bergizi. Tetapi, nilai gizi yang tergandung dalam siomai sedikit.

Masalahnya, bagaimana bentuk bisnis makanan sehat dan bergizi? Masalahnya, ini juga berniat menarget pasar kelas menegah-ke atas. Hal ini perlu penjelasan mengenai bisnis makanan sehat dan bergizi. Untuk menjelaskan masalah makanan sehat, ini sudah bisa dijelaskan yakni tidak mengandung bahan yang buruk, membahayakan. Tetapi untuk makanan bergizi, bagaimana? Nah, disini perlu penjelasan.

Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung banyak gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Sekali makan, seseorang bisa mendapatkan banyak gizi. Kalau sekedar memakan ayam, makanan ini hanya menyangkut protein. Kebutuhan gizi dari sayuran belum ada. Pada intinya. Makanan bergizi adalah makanan yang memvariasikan gizi dengan melibatkan bahan-bahan seperti dari ayam, sayur, dan sebagainya.

Kalau sudah jelas maksud makanan sehat dan bergizi, bagaimana bisnis makanan sehat dan bergizi plus halal? Nah, bisnis ini menarget kalangan menengah-keatas karena makanan yang dijual berisi berbagai bahan pemenuh gizi: daging, sayur, dan lainnya. Bisa saja, bisnis anda menarget kalangan menengah-kebawah dengan standar gizi yang jauh lebih rendah. Tetapi, kebanyakan, bisnis makanan bergizi yang mengandung beberapa bahan gizi menarget kalangan menengah-keatas.

Tetapi, banyak juga bisnis yang mengklaim menjual makanan bergizi dengan cukup mengandandalkan daging saja seperti daging ayam. Hal ini masih dianggap bisnis makanan bergizi dengan target konsumen kelas menengah-keatas. Mengapa? bisnis ini mengelola ayan dengan bahan daging.

Intinya, banyak sekali variasi jenis makanan sehat dan bergizi. Inti penting adalah pengelolaan bahan makanan bergizi tersebut, apakah menjaga kadar gizi atau tidak. Tentunya, pengelolaan makaan bergizi juga memperhatikan kesehatan makanan.

Baca: Usaha Makanan Nasi Tumpeng Gudangan

Membangun Kepercayaan Bisnis Makanan Sehat dan Bergizi

Kalau tidak membangun kepercayaan bahwa bisnis makanan anda dalam kondisi menyehatkan dan bergizi, anda akan membayar mahal ini semua. Harusnya, anda memperkenalkan status makanan sehat dan bergizi anda. Bagaimana caranya? Anda bisa mendaftarkan produk anda ke pihak atau lembaga yang mengurusi masalah makanan seperti Depkes atau BPOM. Hal ini memang agak menyulitkan untuk bisnis modal kecil.

Untuk masalah bisnis modal kecil yang masih berjalan menuju bisnis yang agak lumayan, anda bisa meniru Sambal Bu Kaji. Berawal dari bisnis kecil yang dilakukan secara sederhana, dengan mengandalkan kemasan plastik yang tidak menarik. Sekarang, bisnis sambal milik Sambal Bu Kaji sudah menjadi yang terpercaya dalam hal kesehatan dan tentunya gizi dari sambal. Mengapa? Di samping karena kualitas, Sambal Bu Kaji juga sudah mendaftarkan diri ke beberapa tempat yang berkaitan dengan produk. Kemasan Sambal Bu Kaji pun lebih mencirikan makanan yang mendukung kesehatan. Ini bisa menjadi langkah terbaik dalam bisnis makanan sehat dan bergizi.