6 Tips Mengatur Permodalan Usaha Warung Pecel


Mengatur permodalan usaha memang dianggap penting agar bisa berjalan jangka panjang. Ya, pengaturan permodalan bisnis dianggap penting karena ada pemisahan antara uang pribadi dan uang perusahaan. Uang pribadi masuk hasil pembagian profit sedangkan uang perusahaan adalah masuk sebagai modal untuk jangka panjang. Jadi, karena masalah ini, anda perlu melakukan pengaturan permodalan usaha, baik usaha kecil maupun usaha menengah. Apalagi menurut pakar internet marketing bahwa bisnis kecil masih bisa melakukan teknik pemisahan uang guna mengamankan modal awan.

Namun disini, penulis berfokus membahas masalah pengaturan modal usaha ditujukkan untuk usaha pecel. Mengapa pengaturan permodalan usaha lebih ke usaha warung pecel? Karena blog ini mengatasnamakan usaha sambal yang dikelola Sambal Bu Kaji. Di samping itu, warung pecel identik usaha kecil yang sering tidak memperhatikan masalah pengaturan permodalan bisnis

Baca: Manfaat Modal Bisnis Kuliner

Lalu bagaimana tips mengatur permodalan usaha khusus usaha warung pecel? Tips mengatur pemodalan bisnis yang akan dijelaskan berpotensi meningkatkan usaha pecel anda. Berikut langkah sederhana yang bisa anda coba.

1. Menggajikan Diri Anda Sendiri

Setiap usaha harus memberikan gaji untuk anda sendiri. Ini memiliki arti bagaimana memperlakukan usaha. Mungkin anda seorang pedagang pecel kecil. Hanya mengandalkan tempat yang disebut warung, anda berjualan setiap hari pecel khas yang diminati sebagian orang. Walaupun hidangan pecel selalu habis, keuntungan uang didapat tidak seberapa. Hal ini yang membuat anda tidak menggajikan diri sendiri. Padahal, cara seperti ini bisa untuk persiapan ke depan. Anda mengambil separuh keuntungan, sisanya bisa disimpan untuk cadagan permodalan usaha warung pecel. Hal ini dilakukan bila sudah dihitung berbagai beban. Jadi, pembagian lebih ke profit usaha pecel.

Masalahnya, bagaimana perhitungan permodalan usaha, perhitungan profit sampai menggajikan diri sendiri dari profit usaha pecel? Kalau tidak bisa melakukan hal demikian, pertanda usaha anda tidak bisa dikembangkan lebih maju.

2. Membuat Rekening Yang Berbeda

Hasil menggajikan diri sendiri, uangnya disimpan di dalam rekening yang berbeda. Anda harus membuat minimal dua rekening. Anda harus mencari salah satu rekening yang tidak mebebankan biaya bulanan. Rekening ini digunakan untuk pemasukan bisnis yang sudah dibagi. Masalahnya, bila satu rekening, anda akan menyatukan permodalan usaha awal, biaya beban dan keuntungan. Di sini, anda masih membuat catatan khusus mengenai hal-hal di luar keuntungan. Tujuannya agar anda paham bagaimana prospek warung pecel ke depan dengan permodal yang dimiliki.

Misalnya, ada ingin membangun perkebunan cabai dan kacang dengan lahan yang tidak luas. Anda membeli lahan subur dari teman anda, katakanlah. Nah, hal ini membutuhkan modal pembelian tanah. Karena permodalan usaha awal, biaya beban dan hasil profit dicampur, anda harus menghitung ulang. Jangan sampai permodalan usaha awal digunakan sebagian untuk pembelian tanah.

3. Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Warung Pecel

Nah, pembahasan manfaat pembukuan ini sudah dijelaskan. Masalahnya, anda mau tidak membuat pembukuan? Hal ini untuk menjelaskan kondisi keuangan anda, apakah dalam keadaan sehat atau kritis. Ciri dalam kondisi sehat adalah banyak pemasukan bernilai profit bukan sekedar omzet (penghasilan total). Sebaliknya, ciri khas keuangan dalam kondisi buruk adalah banyak pemasukan hanya untuk membayar beban, minim profit. Dengan membuat buku keuangan, anda bisa mengetahun kondisi sebenarnya. Apalagi, rekening bank bisnis disatukan antara uang profit dan uang beban. Jadi, pembuatan.

4. Jangan Memperbanyak Liabilitas Menggunakan Permodalan Usaha Warung Pecel

Dalam usaha warung pecel, anda membutuhkan permodalan usaha yang sudah distor di awal membuka usaha. Permodalan usaha ini tidak bisa diganggugugat untuk kebutuhan lain. Permodalan awal ini sudah menjadi standar mengapa usaha warung pecel berjalan.

Tetapi, usaha warung pecel membutuhkan permodalan nusaha untuk kebutuhan jangka panjang. Hal ini sangat dibutuhkan bila mau mengembangkan bisnis lebih besar lagi. Dengan modal ini, anda bisa memanfaatkan permodalan usaha jangka panjang untuk pembelian hal-hal yang bituhkan untuk pengembangan usaha.

Masalahnya, si pemilik teledor dalam memanfaatkan permodalan usaha jangka panjang. Anda membeli segala macam yang sifatnya justru menambah beban alias libialitas. Pembelian barang untuk usaha namun tidak dibutuhkan seharusnya diminimalisir.

Mengapa pembelian barang dianggap liabilitas? Kalau membeli hal-hal yang dipungut pajak, ini dianggap liabilitas seperti tanah, kendaraan bermotor dan domain-hosting dan yang lainnya.

5. Pakai Modal Orang Lain Di Saat Membuka Usaha Baru

Salah satu cara pengaturan permodalan usaha warung pecel ketika mengalami pengembangan usaha, dalam hal ini membuka usaha baru cabang utama, adalah dengan menggunakan modal orang lain. Maksudnya bagaimana? Anda meminjam di bank, kerjasama atau lainnya. Dengan kondisi finansial yang mapan, anda akan dengan mudah mendapatkan modal usaha. Hanya saja, proses ini tidak terbilang cepat.

Permodalan usaha yang dimiliki hanya digunakan untuk kebutuhan mendadak yang urgen. Bisa saja dalam perjalanan usaha warung pecel, anda mengalami kerugian yang cukup besar. Kondisi seperti ini mengharuskan anda memakai permodalan usaha yang anda milliki. Atau, anda ditawari tanah subur yang cocok untuk kebutuhan menanam cabai. Harga tanahnya murah. Kebetulan anda menginginkannya. Masalahnya, anda harus membayar sekarang ini juga, dengan dua kali angsuran. Dengan persediaan modal yang cukup, anda bisa membeli tanah.

Pada intinya, permodalan usaha yang disimpan di rekening bukanlah modal awal membuka usaha. Akan tetapi, ini menjadi modal penguat atau modal untuk kebutuhan mendadak. Permodalan usaha yang disimpan tidak selamanya di simpan. Tetapi, ini jangan sampai dihambur-hamburkan untuk membeli sesuatu yang justru menambah liabilitas.

6. Berinvestasi Dalam Aset Riil

Apa yang dimaksud aset rill? Yang dimaksud aset rill adalah aset dalam bentuk fisik seperti rumah, emas, saham perusahaan dan sebagainya. Prinsip aset adalah terjadinya penambahan tanpa perlu kita melibatkan diri bekerja dalam operasional harian.

Lalu bagaimana permodalan usaha diinvestasikan dalam aset riil? Kali ini akan mencontohkan studi kasus Sambal Bu Kaji. Menadpat berita bahwa Ibu Maya selaku pengelola Sambal Bu Kaji telah mengikuti program penyuluhan waralaba. Dari sini penulis memunculkan ide bahwa Sambal Bu Kaji bisa mendirikan waralaba dengan menghadirkan “Pecel Sayur Khas Sambal Bu Kaji”. Ketika Sambal Bu Kaji sudah berbentuk PT, membangun waralaba bukan hal yang mustahil karena legalitas perusahaan sudah terjamin. Tentunya, di sini penulis bisa menghadirkan satu contoh membangun aset riil yaitu perusahaan waralaba bersistem penyewaan properti. Seperti kasus waralaba KFC, Sambal Bu Kaji bisa membangun warung waralaba sistem penyewaaan properti. Bagi mereka yang kesulitan membangun warung, sistem waralaba Sambal Bu Kaji bisa menjadi solusi.

Namun, pengelolaan permodalan usaha seperti ini sangat sulit. Tetapi, ini hanya menjelaskan fakta seputar cara mengatur permodalan usaha dengan penjualan pecel.

Ada banyak cara mengatur permodalan usaha sehingga cara di atas hanya mengambil sebagian kecil saja.

Baca: Cara Mendapatkan Modal Usaha