Kenapa Bisnis Makanan Tidak Sehat Justru Diminati?


Bila berbicara bisnis makanan tidak sehat, variasnya sulit terhitung. Sebagai contoh makanan gorengan. Berapa banyak jenis makanan gorengan yag cenderung menggunakan teknik penggorengan yang tidak sehat? Banyak sekali. Inilah beberapa fakta bahwa bisnis makanan sehat memang tumbuh subur sekalipun banyak sekali larangan-larangan dokter yang harus dihindari bagi mereka yang berkeinginan membangun hidup sehat. Ketika si konsumen sakit, dokter akan memberikan banyak pantangan terhadap makanan yang akan dikonsumsi. Jadi, di satu sisi kita harus menjaga kesehatan. Tetapi, di sisi lain, bisnis makanan yang cenderung tidak sehat banyak tersebar dimana-mana.

Sumber: i.ndtvimg.com

Namun di sini akan menekankan, kenapa bisnis makanan tidak sehat justru diminati? Di sini, penulis ingin menjelaskan berdasarkan sampel produk bisnis. Jadi, penulis tidak melakukan generalisasi pembahasan bisnis makanan tidak sehat. Dengan menggunakan sampel, penulis lebih terjaga dari pembahasan yang mungkin lebih banyak tidak benarnya.

1. Bisnis Makanan Bakwan Goreng

Kali ini, penulis mengambil sampel bisnis bakwan goreng yang sebagai bisnis makanan tidak sehat. Di sini, penulis tidak memvonis bahwa makanan bakwan tidak sehat. Tetapi, penulis mengambil makanan bakwan goreng karena alasan diminati banyak orang. Siapa sih yang tidak suka makanan bakwan goreng? Rata-rata masyarakat Indonesia menyukai makanan yang satu ini. Di samping gurih, bakwan goreng bisa menjadi teman setia pendamping pecel sayur, pecel nasi dan lainnya.

Namun rata-rata, bisnis makanan bakwan goreng diolah dengan cara tidak sehat. Seperti pemakaian minyak goreng yang sudah menghitam. Di kalangan pedagang kecil, minyak seperti ini masih digunakan. Jelas, menurut dokter, minyak yang sudah menghitam berbahaya untuk tubuh bila dikonsumsi setiap hari. Ironisnya, banyak orang masih berminat menikmati gorengan. Gorengan masih mendapat tempat alias laku di kalangan konsumen karena sosok gorengannya. Siapa yang tidak tergoda dengan gurih bakwan goreng? Makanan tidak sehat seperti inilah yang menjadi alasan tetap diminati.

2. Bisnis Makanan Naget

Siapa yang tidak tahu makanan naget? Dahulu, anda mengenal naget ayam. Bahkan, seolah-olah bahan dasar naget hanya terbuat dari ayam. Tetapi, naget sekarang sudah bisa berbahan dasar pisang. Banyak pengusaha yang mungkin menambahkan menu daget dengan bahan dasar pisang atau membuka cabang baru dengan menjual naget pisang. Intinya, bisnis makanan naget diminati banyak orang.

Masalahnya, apakah bisnis makanan naget selalu sehat? Tidak selalu bila anda membeli makanan naget di pedagang kecil. Di sini, penulis tidak sedang meremehkan pedagang kecil. Tetapi, kebanyakan pedagang kecil menggunakan minyak bekas yang sudah tidak layak pakai. Bisa jadi pedagang besar menggunakan minyak bekas tak layak pakai walaupun tidak terlalu besar. Ya, minya bekas tak layak pakai bisa menyebabkan makanan naget tidak selalu sehat.

Naget ayam tentu berisi daging ayam. Begitu juga naget pisang berisi pisang. Jelas, makanan berbahan daging ayam dan pisang akan menyehatkan. Masalahnya, makanan ayam dan pisang tidak bisa berlangsung lama di saat pengolahan naget berlangsung sebelum penjualan. Biasanya, baprik mengolah naget yang siap dijual para pengecer. Nah, proses seperti ini membutuhkan pengawetan makanan. Alhasil, kebanyakan naget menggunakan bahan pengawet. Tragisnya, banyak naget menggunakan bahan formalin atau pengawet yang tidak sesuai aturan pakai. Jelas, makanan naget sudah tidak sehat yang bisa sebagai pemicu penyakit bila dikonsumsi jangka panjang.

Belum lagi masalah pemberian bumbu penyedap yang dikonsumsi mentah. Jelas, ini sebagai perangsang beberapa permasalahan penyakit.

Tetapi, bisnis makanan naget masih tetap laku dipasaran, tidak peduli sehat atau tidaknya. Mereka lebih berfokus menikmati naget dengan aneka rasa tanpa memperdulikan kesehatan.

3. Bisnis Makanan Pecel

Bisnis pecel baik sayur, campuran nasi, campuran gendar pecel, adalah bisnis yang memenuhi standar sehat. Mengapa? Bisnis ini tidak mengandung bahan yang membahayakan. Banyak dokter menyarankan untuk memperbanyak memakan sayuran setiap hari. Tentunya, sayuran yang dianjurkan adalah sayuran yang sudah matang. Pecel sayur memang harus mengalami pemasakan sayur untuk semua. Bagi ibu hamil memang dilarang mengkonsumsi sayuran mentah. Jadi, bisnis makanan pecel sayur memang cocok untuk semua konsumen.

Makanan pecel pun diminati banyak orang. Tentunya, inti kenikmatan bukan pada sayuran melainkan sambal pecel yang membuat sayuran bertambah nikmat. Pembuatan sambal yang diolah dengan baik akan menghasilkan rasa yang enak. Salah satu pengusaha sambal yang berhasil mengolah cabai menjadi sambal yang enak adalah Sambal Ibu Kaji yang dikelola Ibu Maya. Siap yang tidak tertarik dengan suguhan sambal dari Sambal Bu Kaji? Banyak yang tertarik. Menariknya, sambal pecelnya diolah tanpa menggunakan bahan pengawet, tanpa MSG, tentunya tanpa pewarna. Jelas, ini dianggap sambal yang sehat.

Mungkin, dalam segi bahan pembuatan sambal tidak mengandaung bahan yang membuat sambal pecel tidak sehat. Tetapi, dalam proses pembuatannya, makanan pecel bisa cenderung tidak menyehatkan. Jadi, makanan tidak sehat tidak terletak dari bahannya saja. Proses pembuatan makanan pun bisa dengan cara tidak sehat. Bisa jadi, sayuran pecel tidak bersih di cuci padahal sayuran sudah terkena semprotan bahan kimia. Sudah tidak bersih dicuci, sayur kurang matang dimasak.

Walau ada bahaya bahan kimia disayuran. Mereka tetap lebih berfokus menikmati pecel sayur dengan taburan sambal yang terasa enak.

Bila ditanya, mengapa bisnis makanan tidak sehat justru diminati? Maka jawabanya: bukan terletak pada sehat atau tidaknya tetapi pada jenis produk yang dimakan. Pada dasarnya, bisnis makana sehat bisa dari jenis produk apa saja.

4. Bisnis Makanan Daging Bakar

Siapa sih yang tidak suka daging bakar, khususnya sate? Penulis pun menyukai makanan daging bakar khususnya sate. Di samping rasanya yang gurih, daging bakar bisa dicocok dengan sambal. Biasanya, ada nama hidangan tersendiri mengenai daging yang dicocol sambal yakni daging pecel atau biasa sering disebut ayam pecel. Walaupun hidangan ayam pecel untuk daging yang digoreng, tetapi, ayam pecel bakar pun sepertinya bisa, dan sama-sama enak. Pada intinya, makanan daging bakar diminati banyak orang.

Masalahnya, bila teknik pembakaran bisa menyebabkan pembentukan senyawa heterocyclic amine (HCA) dan policyclic aromatic hydrocarbon (PAH) yang sebagai pengaruh untuk membentuk kanker. Seperti yang dilansir halosehat.com, “HCA terbentuk ketika asam amino (yang terdapat dalam protein), gula, dan kreatin (senyawa yang ada pada otot) bereaksi pada suhu tinggi. Sedangkan, PAH terbentuk ketika lemak dan cairan dalam daging keluar dan menetes ke api pembakaran, menyebabkan timbulnya kobaran api dan asap.”

Walaupun demikian, siapa sih yang lari dari para penjual makanan daging bakar? Para pelaku bisnis makanan yang dianggap tidak sehat tetep mendapatkan keuntungan berlimpah, apalagi saat memasuki bulan puasa. Para pembeli pun terus-menerus mengkonsumsi makanan daging bakar dengan lahap sampai tidak sadar beberapa penyakit pun berdatangan yang selain kanker seperti kolesterol. Banyak sekali korban dari makanan daging khususnya daging bakar, tetapi, mereka tetap melirik makanan ini di tengah kondisi berpenyakitnya.

Kesimpulan

Sampel jenis bisnis makanan tidak sehat yang justru laku ternyata terletak pada kondisi makanannya yang memang diminati banyak orang, terlepas dari berpengaruh atau tidak pada kesehatan. Kecuali, bila makanan yang tidak sehat itu merubah rasa dan aroma menjadi tidak enak, makanan tidak sehat tetap tidak laku sekalipun berasal dari makanan yang laku dipasaran.