Rahasia Bisnis Reseller Kuliner Kemasan


Bagaimana rahasia bisnis reseller? Mungkin anda sudah pernah mendengar istilah reseller. Anda mungkin sudah pernah menjadi reseller. Ya, para pembeli produk di agen atau pabrik biasanya disebut reseller alais orang-orang yang berbelanja untuk dijual kembali. Reseller berasal dari kata re dan seller. Intnya, banyak orang yang sudah paham. Tetapi, apakah mereka sudah paham mengenai rahasia bisnis reseller? Nah, sebagian orang yang sudah paham mungkin tidak memahami seputar rahasia bisnis reseller. Jangankan masalah ini, masalah pengertian bisnis reseller saja mungkin tidak mengerti.


Anda siap pembahasan mengenai rahasia bisnis reseller aneka kuliner? Maaf bila anda kecewa bila pembahasan masalah bisnis reseller berfokus pada kuliner. Tetapi, anda tidak perlu kecewa karena anda sudah membaca judul. Jadi, bila anda sudah siap, mari membahas masalah bisnis reseller spesial kuliner.

Baca: Bisnis Kuliner Rumahan

Apa Arti Bisnis Reseller?

Bisnis reseller membuat pikiran kita mengarah pada bisnis jual-beli reseller. Tetapi, kata itu sudah menjadi fakta pencarian. Sebagian orang mencari dengan kata kunci “bisnis reseller”. Jelas, reseller bukanlah produk. Reseller bisa disebut pelaku atau bisa disebut sistem. Yang jelas, reseller bukan sejenis produk. Pemahaman bisnis reseller harus melepaskan diri dari tradisi pengartian untuk bisnis dan gabungannya. Arti bisnis reseller sebenarnya adalah bisnis yang menerapkan sistem reseller. Inilah arti bisnis reseller.

Kalau melihat pengertian, bisnis reseller ditujukan untuk perusahaan atau suplier yang menerapkan penjualan grosir atau biasa disebut harga pabrik. Jadi, bisnis reseller tidak bisa diterapkan oleh para pedagang kecil atau biasa disebt pedagang eeran.

Mengapa Bisnis Reseller Spesial Kuliner?

Kuliner adalah produk yang beresiko basi. Bila sudah basi, apakah bisa dijual murah? Karena ini, bisnis reseller atau bisnis sistem reseller harus diterapkan. Memang, bisnis kuliner tidak termakan mode atau trend tertentu yang perbahannya bisa cepat. Berbeda dengan bisnis fashion, bisnis ini termakan trend tiap waktunya. Tetapi, pakaian tidak memiliki resiko basi. Pakaian bisa dijual murah bila lama tidak terjual. Berbeda dengan bisnis kuliner, bisnis ini akan mengalami resiko basi yang tidak bisa dijual murah untuk produk-produk tertentu.

Bisnis pakaian saja, banyak perusahaan pakaian yang menerapkan sistem bisnis reseller. Mengapa bisnis kuliner tidak bisa menerapkan bisnis reseller?

Tentu saja, penjualan dengan sistem bsnis reseller jauh lebih menguntungkan ketimbang anda membuka toko penjualan sendiri di beberapa sudut yang ada di kota anda. Biarlah bisnis kuliner anda menjadi target para pemiik toko.

Aneka Kuliner Kemasan Apa Yang Bisa Dijadikan Produk Bisnis Reseller?

Kalau membahas masalah produk, semua produk bisa dijalankan dengan bisnis reseller sepertinya. Tidak kecuali masalah bumbu-bumbu yang melengkapi kuliner seperti sambal pecel untuk produk pecel sayur. Sambal Bu Kaji sebagai sambal kemasan pun sudah membuktikan menerapkan sistem bisnis reseller dengan menghadirkan harga reseller. Jadi, masalah produk diserahkan pada masing-masing para pengusaha kuliner.

Di sini, pembahasan lebih kepada syarat-syarat produk kuliner kemasan yang harus diperhatikan. Tujuannya, agar mereka rela membeli dalam jumlah banyak.

1. Produk Kuliner Sudah Terbukti Laku

Sebagai contoh sambal pecel dari Sambal Bu Kaji yang sudah terbukti laku. Tentunya, pengelola harus menguji lanjut apakah para penjual sambal pecel mendapatkan penjualan yang sama? Tetapi pengujian berikutnya memang bila sudah menerapkan sistem reseller. Terpenting, produk kemasan seperti sambal pecel sudah memiliki kemasan yang sesuai standar pabrik seperti produk sambal olahan Sambal Bu Kaji.


Tentunya, pengelola bisa menentukan harga reseller dan harga konsumen.

2. Produk Kuliner Yang Sudah Diberi Bahan Pengawet

Bila pemberian bahan pengawet tidak bagus, lalu mengapa banyak produk pabrik yang memakai bahan pengawet? Walaupun kurang bagus, tetapi dengan mengikuti aturan yang berlaku, pemberian bahan pengawet bisa digunakan untuk produk kuliner kemasan. Hal ini cukup beralasan. Produk kuliner rumahan apa yang tahan basi? Rata-rata kuliner akan mudah basi setelah 3 hari lewat. Memang, beberapa olahan kuliner khususnya sambal pecel tidak mudah mengalami basi. Jadi, bila makanan cepat basi, pemberian bahan pengawet harus dilakukan. Hal ini dilakukan bila anda mengandalkan bisnis reseller yang mana ada banyak penjual yang keburuntungan penjualannya berbeda.

3. Kuliner Yang Mampu Diproduksi Skala Menengah-Keatas

Bisa dikatakan, bisnis rumahan belum layak menerapkan bisnis reseller. Bagaimana mau mengandalkan reseller alias pedagang eceran bila tidak mampu memproduksi produk dalam jumlah banyak? Rata-rata bisnis rumahan hanya mampu memproduksi untuk kebutuhan stok di toko atau warung. Hal ini tidak bermasuk dalam tema bisnis reseller. Bisnis reseller mengharuskan ada banyak kelompok pedagang yang berbelanja kuliner dalam jumlah yang banyak.

Bila sudah mampu memproduksi banyak produk, bisnis kuliner memiliki pabrik olahannya sendiri.

4. Produk Kuliner Standar Pabrik

Penulis harus mengatakan jujur bahwa produk yang layak menerapkan sistem bisnis reseller adalah produk yang sudah berstandar pabrik. Anda bisa melihat sendiri bagaimana produk kemasan pabrik seperti mi instan. Tentunya, ada beberapa keterangan mengenai produk, entah kehalalan, kesehatan dan sebagainya. Tentunya, ini bukan lagi produk ala rumah tangga yang asal memberikan keterangan kadaluarsa. Ada pihak lain yang mengurusi kadaluarsa, kehalalan dan kesehatan.

Bagaimana Menerapkan Bisnis Reseller Kuliner Kemasan?

Hal ini perlu penjelasan agar paham makna bisnis reseller. Bisnis reseller adalah bisnis bersistem reseller. Artinya, anda sengaja membangun bisnis yang menerima mereka sebagai reseller. Anda membuka pendafaran reseller dengan syarat-syarat tertentu seperti berbelanja dalam jumlah tertentu. Hal ini perlu dilakukan bila mau disebut bisnis reseller.

Lalu bagaimana menerapkan bisnis reseller kuliner?

1. Terapkan Selayaknya Waralaba

Anda mungkin berkeinginan membangun bisnis waralaba. Tetapi, hal ini terlalu berat. Maka dari itu, anda bisa membangun bisnis reseller ala waralaba. Bagaimana maksudnya? Anda menyediakan perlengkapan grobak murah, misalnya. Grobak murah dimuat menarik mencirikan produk anda, misalnya bakso goreng. Dengan menyediakan pembuatan gerobak, para calon reseller akan tertarik untuk mendaftar. Karena sudah terikat kerjasama sistem reseller, mereka akan terus berbelanja. Tidak mungkin gerobak bergambar bakso bakar yang sudah dibeli digunakan untuk produk yang lain.

2. Memberikan Penghargaan Untuk Reseller Terpilih

Nasib penjual memang berbeda-beda, ada yang yang mendapat penjualan banyak dan ada yang tidak. Maka dari itu, anda bisa memberikan penghargaan bagi mereka yang mampu berbelanja banyak. Mengapa harus demikian? Karena inilah tujuan bisnis reseller yakni mengikat dan mengikat terus pelanggan kelas kakap. Salah satu cara mengikat adalah memberikan penghargaan untuk reseller berprestasi. Memang, anda bisa mendapat pelanggan kelas kakap tanpa pemberian penghargaan. Tetapi, jauh lebih banyak pelanggan kelas kakap bila anda mengistimewakannya. Penghargaan ini sebagai wujud terimakasih semata.

3. Tetapkan Target Belanja Yang Masuk Akal

Memang, tidak semua sistem bisnis reseller menerapkan target. Sebagian memang ada. Hal ini pernah penulis jumpai pada penjualan kerudung dan baju muslimah. Mungkin, anda berkeinginan menerapkan target belanja untuk para reseller. Tetapi, resiko penargetan ini bisa menyebabkan kehilangan pelanggan kelas kakap hanya persoalan spele. Alangkah baiknya, syarat target belanja bertujuan untuk berbelanja dalam jumlah tertentu dengan vasilitas harga yang lebih murah. Ini jauh lebih masuk akal daripada menghentikan mereka dari berlangganan.

Baca: Pengusaha Kuliner Semarang Di IKM Aword

4. Lakukan Kegiatan Iklan Secara Online

Era online membuat bisnis seharusnya diiklankan secara online. Walaupun iklan dipasang dengan target kota, hal ini memiliki keuntungan dengan harapan mendatangkan pelanggan target kota juga. Apalagi, anda menarget para reseller yang harus berhubungan belanja produk setiap hari atau minggu sehingga target kota dalam periklanan menjadi solusi tersendiri. Pada intinya, bisnis reseller harus menyentuh dalam periklanan online.