Jualan Rempeyek Renyah Secara Online Tanpa Remuk


Jualan rempeyek renyah memang bisa dijual secara online. Banyak penjual yang menjual rempeyek renyah secara online. Tentunya, target market mereka adalah yang satu kota atau wilayah sekitar agar dalam pengiriman tidak membutuhkan waktu lama. Harga juga pun murah dengan bobot satu kilo sehingga tidak membutuhkan banyak biaya. Pemesanan bisa melalui jasa ojeg online bila berada di wilayah satu kecamatan. Masalahnya, rempeyek berpotensi remuk bila dikirim melalui jasa kurir. Tentunya, ini membutuhkan pengamanan yang bagus agar rempeyek renyah tidak remuk.


Karena itu, di sini akan menjelaskan bagaimana jualan rempeyek renyah secara online agar tetap aman dalam pengiriman sehingga tidak remuk.

Jualan Rempeyek Renyah Target Satu Kota dan Sekitarnya

Intinya, bila ongkir tidak lebih dari 10.000/kilogram dengan jarak pengiriman tidak lebih dari 2 hari, ini adalah target yang tepat untuk jualan rempeyek renyah. Anda tidak perlu menarget pasar yang luas bila memang rempeyek belum memiliki wadah khusus seperti kaleng atau sejenisnya. Tetapi, target penjualan satu kota sudah mencukupi untuk mendapatkan penjualan rempeyek renyah setiap hari asalkan memenuhi standar rasa yang gurih dan kemasan yang menarik.

Memakai Pembungkus Yang Menarik dan Aman Dari Udara

Hasil riset kecil di situs marketplace, banyak penjual rempeyek renyah dengan memakai pembungkus alias kemasan yang apa adanya. Ketika dilihat, penjualannya tidak mendapatkan hasil yang memadai bahkan kebanyakan kosong walaupun pengunjung banyak. Ada banyak alasan tentunya mengapa tidak laku terjual, salah satu yang terlihat adalah kemasannya yang tidak menarik dan berpotensi tidak renyah karena tidak rapat. Anda harus menggunakan alat tertentu yang bisa merapatkan. Agar bisa dirapatkan, anda membutuhkan plastik tebal yang biasa digunakan untuk makanan gorengan seperti rempeyek renyah.

Jelaskan Mengenai Keamanan Rempeyek Renyah dari Remuk

Pengunjung tidak akan membaca di tahap melihat penawaran produk rempeyek renyah. Mereka akan melihat gambar. Jadi, gambar secara otomatis menggambarkan kondisi asli produk anda. Bila anda menghadirkan gambar rempeyek yang tidak sesuai aslinya, bisa jadi ini merugikan anda sendiri. Produk rempeyek anda renyah dengan pengemasan yang sesuai standar untuk penjualan online dan produk rempeyek renyah, tetapi anda memfotonya dengan kualitas yang tidak bagus atau salah dalam pemotretan. Produk rempeyek renyah yang akan difoto harus mencirikan mengenai apa yang sesuai aslinya seperti menghadirkan rempeyek tampilan renyah, menghadirkan kemasan rempeyek renyah dan pengiriman yang aman. Tentunya, setelah gambar, anda harus menambahkan keterangan. Ini cara jualan rempeyek renyah secara online tanpa menunjukkan resiko remuk atau tidak renyah.

Ciptakan Aneka Rempeyek Renyah Untuk Fokus Niche Market

Hal yang perlu anda ketahui, penjualan yang laku secara online sebenarnya adalah ketika anda berfokus pada niche dengan mementingkan variasi produk. Bila anda memiliki banyak produk yang bervariasi, sulit bagi mereka untuk berlangganan produk karena brand anda tidak membuat mereka tertarik berlangganan. Ini menandakan bahwa jualan rempeyek renyah anda mengandalkan produk orang lain. Sebenarnya, mengandalkan suplier jauh tidak menjadi persoalan karena justru bisa leluasa mendapatkan variasi produk. Yang jadi permasalahan adalah meniadakan niche market dalam penjualan produk. Seharusnya, anda berfokus pada niche rempeyek renyah. Namun, anda harus mementingkan variasi produk. Entah anda adalah produsen atau reseller, anda harus mementingkan niche market yakni berfokus pada niche produk namun harus menghadirkan variasinya.

Apakah ada banyak variasi rempeyek? Satu rempeyek saja, ini bisa mendatangkan banyak pelanggan yang meminati rempeyek ini. Misal, anda menjual rempeyek kacang tanah. Biasanya, rempeyek ini untuk kebutuhan snack sehari-hari atau acara besar. Nah, banyak yang menyukai rempeyek ini dengan tujuan tertentu. Tentunya, ini berbeda sekali dengan rempeyek udang yang memiliki tujuan yang lebih bersifat teman untuk menu makanan harian. Market antara rempeyek kacang tanah dan udang tentu berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda. Bila disatukan dalam niche rempeyek renyah, ini sudah menyatukan market-market. Namun, market rempeyek renyah masih dalam wadah niche market yakni kerempeyekan.

Jadi, alangkah baiknya, bila mau berjualan secara online, anda berfokus pad niche market. Bila berjualan rempeyek renyah, fokusnya di market ini dengan menghadirkan variasinya. Bila mau membuka lagi, anda tinggal membuat toko produk yang baru yang memisahkan dengan penjualan rempeyek renyah.

Menjual Rempeyek Renyah Harga Kiloan Jauh Lebih Baik

Standar beban pengiriman produk adalah 1 kg. Kurang dari itu, harga pengiriman barang tetap berlaku 1 kg. Maka dari itu, khusus rempeyek renyah, alangkah baiknya penjualan secara online mematok harga 1 kg agar mereka mendapatkan kepuasan berbelanja rempeyek. Inilah potensi penjualan besar bisa terjadi. Biasanya, pelaku rumah makan pecel yang akan memanfaatkan usaha rempeyek renyah. Jadi, penjualan harga kiloan jauh lebih baik. Cukup menargetkan penjualan satu kota, anda bisa mendapatkan pelanggan kelas kakap.

Berapa standar kiloan? Standar kiloan harus dikurangi beban kemasan. Ini untuk menjaga agar berat barang tetap dalam 1 kg. Jadi, anda menjual rempeyek renyah secara online tidak murni 1 kg, tetapi bisa kurang dari itu, bergantung ketika ditambah berat kemasan.

Apakah pelanggan konsumen yang membeli per item ukuran kecil bisa dimanaatkan? Ini juga bisa dimanfaatkan. Jangan membatasi konsumen. Hanya saja, anda bisa memfokuskan penjualan yang menarget para pelaku usaha rumah makan karena potensi pelangganan bisa terjadi. Untuk penjualan khusus konsumen rumahan, bisa anda jadikan sebagai penambah market.

Tetap Membuka Toko Rempeyek Renyah Secara Ofline

Setelah berhasil berjualan secara online, anda tetap membuka toko rempeyek renyah secara ofline. Mengapa demikian? Tidak ada yang lain kecuali menjadikan orang terdekat pelanggan rempeyek renyah. Biasanya, penjualan rempeyek renyah yang kebutuhannya untuk teman menu harian akan laku terjual seperti rempeyek udang, rebon dan sejenisnya. Banyak pelaku usaha kecil yang berkeliling berjualan rempeyek dan hasilnya memuaskan: laku terjual. Ini kesempatan emas untuk membuka toko rempeyek aneka variasi.

Masalahnya, bagaimana membuka toko rempeyek secara ofline? Tidak ada cara yang lain kecuali anda menggabungkan dengan penjualan pecel. Jadi, penjualan rempeyek renyah membutuhkan kolaborasi. Kecuali, toko anda mengandalkan segala jenis makana cemilan kering yang lain yang selaras dengan rempeyek renyah, anda tidak perlu mengandalkan penjualan pecel.

Hal ini diterapkan Sambal Bu Kaji. Sambal Bu Kaji sendiri menghadirkan warung pecel. Namun, Sambal Bu Kaji pun membuka pemesanan rempeyek renyah aneka variasi seperti rempeyek kacang tanah, kacang ijo dan lainnya. Ini membuktikan bahwa penjualan rempeyek membutuhkan kolaborasi. Untuk berdiri sendiri dalam wadah “toko rempeyek renyah” memang agak sulit keculali hanya berfokus pada toko online.

Membuka Program Reseller Jualan Rempeyek Renyah

Program reseller yang anda terapkan berarti ada penjualan harga grosir yang anda tentukan. Bila seperti ini, apakah dibutuhkan penentuan harga grosir? Bisa jadi. Tentunya, para pembeli rempeyek mengharuskan membeli dalam jumlah banyak, minimal 1 kg. Hal terpenting adalah bagaimana program reseller bisa membuat pelanggan tetap berlangganan dalam jangka panjang dikarenakan program resellernya yang memuaskan. Anda perlu memikirkan hal ini demi kesuksesan penjualan rempeyek renyah secara online dan ofline.