Cara Membangun Usaha Franchise Skala Nasional


Bagaimana cara membangun usaha franchise skala nasional? Kalau masalah cara yang lebih kepada hal teknis membangun usaha franchise, penulis belum bisa menjelaskannya. Tetapi, penulis akan menjelaskan cara bagaimana membangun usaha franchise berdasarkan strategi bisnis yang memang menjadi pembahasan umum suatu usaha. Kalau pembahasan berdasdarkan strategi bisnis dikhususkan untuk usaha franchise, tentunya mengharuskan ada spesifikasi strategi walaupun tidak terlampau jauh menjelasan spesifikasinya.

Mengapa penulis hanya menjelaskan pembahasan cara membangun usaha franchise pada hal-hal yang berkaitan dengan strategi bisnis? Tentunya, ini lebih kepada jangkauan pembahasan. Membangun usaha franchise bukan sekedar membangun usaha biasa model warung pecel Sambal Ibu Kaji. Usaha franchise membutuhkan sistem bisnis dan legalitas yang mencukupi untuk kebutuhan terbangunnya sebuah usaha franchise. Ada banyak hal teknis menyangkut pembahasan usaha franchise yang tidak cukup dijelaskan di sini. Di tambah, penulis belum berpengalaman membangun usaha franchise. Jadi, pembahasan mengharuskan berfokus pada strategi usaha franchise.

Bagaimana cara membangun usaha franchise?

1. Menciptakan Produk Unik

Mengapa harus menciptakan produk unik? Sebenarnya, tidak menjadi masalah jika anda menginginkan menghadirkan produk yang tidak unik. Banyak contoh produk yang tidak unik namun masuk dalam jenis usaha franchise. Sebagai contoh, usaha franchise ayam goreng. Kalau melihat keunikan produk, ayam goreng KFC lah yang dianggap unik karena tidak menuru produk manapun pada waktu itu. Namun jangan salah, banyak produk sejenis yang justru seperti meniru KFC walaupun mungkin tidak dalam resepnya. Tujuan menciptakan produk unik adalah untuk menghindari pesaingan di antara produk sejenis dan juga kejenuhan konsumen. Mereka alias para konsumen akan berkata, “Ayam goreng? Bosen amat.” Ketika anda menghadirkan produk unik, sulit bagi mereka untuk berkata bosen. Bisa jadi, mereka akan beralih berlangganan produk yang baru dirasakannya.

Masalahnya, apakah produk unik anda diminati pasar? Dalam hal ini, anda perlu kehati-hatian dalam menciptakan produk. Mungkin, produk unik anda laku untuk penjualan biasa. Tetapi, apakah produk unik anda bisa laku dalam usaha franchise?

Ada kasus pengelola usaha franchise yang menawarkan produk tahu krispi. Katakanlah, produk ini dianggap unik. Namun, setelah praktek pengelolaan produk, produk tahu krispi tidak bisa untuk dikatakan produk usaha franchise yang layak, bahkan penjualan biasa pun tidak layak. Mengapa demikian? Tahu krispi tidak mengunggulkan bahan-bahan yang membuat tahu itu krispi. Kedua, usaha franchise tidak menawarkan jenis tahu yang kebutuhannya untuk tahu krispi. Seharusnya, pengelola usaha franchise menawarkan jenis tahu olahan darinya, bukan menyuruh si pembeli usaha franchise membeli bahan tahu untuk dikelola menjadi tahu krispi. Dari sini, produk unik tahu krispi tidak layak dijual, sekalipun penjualan biasa tanpa usaha franchise.

2. Meriset Produk Sampai Tahap Menguntungkan

Banyak pemilik usaha franchise yang berawal usaha dari melangkah langsung ke usaha franchise. Artinya, mereka tidak menguji terlebih dahulu kelayakan produk. Padahal, riset produk sampai ke tahap menguntungkan penting dilakukan. Jangan sampai penjualan biasa saja, produk unik anda tidak laku. Bagaimana bisa laku ke tahap usaha franchise bila tahap sederhana tidak laku? Selagi anda memegang resep rahasia dengan baik, anda bisa membuta usaha biasa guna meriset kelayakan produk. Penjualan produk terbaik adalah ketika orang terdekat usaha anda menikmati produk buatan anda. Hal ini bisa sebagai testimoni.

Apakah bisa meriset produk tidak sampai ke tahap menguntungkan? Usaha yang akan anda bangun adalah usaha franchise. Menurut penulis, mutlak harus dilakukan melakukan riset produk sampai ke tahap menguntungkan. Hal ini pun sembari memikirkan bagaimana konsep atau sistem usaha franchise ke depan. Apalagi, anda berkeinginan menyebarkan usaha franchise sampai skala nasional. Artinya, anda membutuhkan kapasitas yang selalu besar, baik modal, tenaga sampai dengan lahan. Jadi, meriset terlebih dahulu sampai ke tahap menguntungkan memang harus dilakukan.

3. Memilih Jenis Media Usaha Franchise

Ada dua jenis media untuk penjualan media gerobak dan penjualan media bangunan. Tentunya, paling efektif bila anda memfokuskan pada penjualan media gerobak. Mengapa? Hal ini, usaha franchise banyak yang melakukan. Tentunya, ini menentukan kualitas harga usaha franchise. Bagi kalangan memengah-kebawah, mereka bisa membeli waralaba bila seharga 5 juta. Tentunya, media penjualan usaha franchise bergantung dari kapasitas usahanya. Bila anda membangun usaha franchise kelas mini market, media penjualan bangunan menjadi media yang terbaik. Tentunya, apapun medianya, anda melakukan penanganan agar mereka bisa melakukannya.

Tetapi, lebih baik anda berfokus pada waralaba yang dikhususkan untuk pengusaka mikro yang memaeng mengandalkan modal kurang dari 10 juta bahkan 5 juta.

4. Membangun Sistem Usaha Franchise

Segala perusahaan waralaba alias franchise, harus membangun sistem usaha franchise. Inilah yang membuat langkah usaha franchise akan dianggap berat. Anda harus mengurusi PT dan legalitas lainnya. Hal ini sebagai penguaran hukum dan hak usaha. Bagaimana anda bisa menjual usaha dlaam bentuk franchise bila perusahaan anda tidak diurusi lembaga terkait? Anda tidak bisa berstatus pengusaha kecil dalam usaha franchise. Apalagi, bila anda berurusan dengan pengelolaan bahan-bahan kebutuhan para pembeli usaha franchise. Misal, anda menjual usaha franchise tahu isi. Tentunya, sebagai pengusaha, anda harus memenuhi stok tahu. Jadi, bukan sekedar mengurus legalitas perusahaan, tetapi menyediakan lahan untuk mengelolaan bahan-bahan

5. Menempatkan Cabang Perusahaan

Usaha franchise anda mau menembus skala nasional? Maka, anda perlu membuka cabang perusahaan. Mengapa demikian? Anda jangan berpikiran sempit. Jangan karena usaha franchise bisa disebarkan mereka-mereka yang membeli franchise, anda tidak perlu mengembangkan cabang perusahaan. Lah, bagaimana mereka akan menyetok bahan produknya? Apakah akan dikirim melalui kurir? Biaya mahal kalau melalui kurir. Apakah dari jawa ke sumatra akan dikirim melalui pesawar? Konyol. Tentunya, anda harus membangun cabang-cabang. Tetap saja, anda membutuhkan modal ini untuk mengembangkan cabang perusahaan skala nasional.

Bagaimana langkah menyebarkan cabang-cabang perusahaan? Tentunya, anda tidak bisa sebarangan. Jangan sampai cabang yang terbangun di suatu daerah, tidak memiliki peminat usaha franchise yang anda tawarkan. Ini harus melakukan kajian mendalam mengenai daerah yang dimaksud. Untuk apa anda menyebarkan cabang bila memang tidak ada peminat?

Namun, anda tidak perlu khawatir. Prinsip awal masih berstatus perusahaan cabang yang memenuhi stok produk untuk konsumen sembari menawarkan peluang usaha franchise. Jadi, konsep membangun cabang berdasarkan minat konsumen atas produk yang ditawarkan.

6. Membuat Sarana Marketing Online

Sarana marketing online berguna untu meriset sebuah daerah yang membutuhkan produk. Sarana marketing juga bisa sebagai media penjualan usaha franchise kepada mereka yang membutuhkan sistemnya. Pada intinya, di era sekarang, perusahaan yang layak untuk di-online-kan, seharusnya melakukan online-isasi. Tentunya, media marketing online yang penting dibuat adalah website bisnis online. Selain itu, anda bisa mengandalkan banyak media sosial guna keperluan update informasi dan komunikasi.