Semangat Bisnis Sambal Bu Kaji Menuai Sukses


Pengelola Sambal Bu Kaji yani Ibu Maya selalu memiliki semangat bisnis. Kalau sekarang membuahkan kesuksesan dalam bisnis sambal pecel dan warung pecelnya, ini bagian dari semangat bisnis yang dimiliki pengelola Sambal Bu Kaji. Memang, sambal pecel yang dimiliki Sambal Bu Kaji adalah warisan resep leluhur. Namun, dari tangan Ibu Maya, sambal pecel olahannya menjadi produk yang layak disandingkan dengan produk sambal pabrikan yang banyak beredar.


Langkah pengelola Sambal Bu Kaji seorang selalu mendapatkan keberuntungan di balik semangat bisnisnya di Sambal Bu Kaji. Bisa dikatakan, ia mendapatkan suatu bejonya dalam dunia pecel. Keberuntungan itu adalah memenangkan beberapa acara dan juga mendapatkan hak inkubasi bisnis. Penulis tidak melihat jauh mengenai langkah pengelola Sambal Bu Kaji yang mendapatkan keberuntungan ini. Hanya saja, dapat dipastikan bahwa ada semangat bisnis yang dibawa dalam langkahnya. Hal ini yang mungkin akan membuka pintu kemudahan.

Namun di sini, penulis tidak sedang menjelaskan sejarah atau perjalanan semangat bisnis pengelola Sambal Bu Kaji yakni Ibu Maya. Di sini hanya akan menjelaskan pelajaran-pelajaran dari hasil semangat bisnis Sambal Bu Kaji melalui Ibu Maya.

Tampil Percaya Diri Dalam Menjalankan Bisnis Warisan

Bagaimana tidak dianggap percaya diri kalau di saat perdana menghadirkan sambel pecel online dengan kemasan apa adanya, jauh dari standar kemasan baprik? Pengelola Sambal Bu Kaji cenderung pecaya diri dengan produknya. Hal yang dipentingkan adalah selera atau rasa sambalnya yang sudah terkenal enak dikalalangan pelanggan ofline. Tetapi, untuk menjangkau secara online, tidak bisa sekedar menghadirkan rasa. Para pengunjung akan melihat tampilan sebagai sebuah pemberian kepercayaan. Sambal Bu Kaji dengan pengelolanya tidak sekedar mengandalkan rasa percaya diri tetapi rasa menghadirkan kepercayaan untuk pelanggan. Tetapi, rasa percaya diri dalam menjalankan bisnisnya adalah bentuk semangat bisnis.

Ingin Berubah Bisnis Menjadi Lebih Baik

Seorang pebisnis akan gagal bila memang tidak memiliki semangat berubah dalam bisnis. kepentingan berubah tentu ada. Tetapi, banyak orang yang hanya memiliki rasa kepentingan berubah dalam bisnsi tetapi tidak memiliki semangat berubah dalam bisnis. Karena mereka tahu, mendayagunakan untuk perubahan memang sulit, sekalipun berubah dalam standar yang kecil. Perubahan memang memiliki resiko yang bisa jadi, perubahan kecil bisa memfatalkan keuntungan. Tetapi, ketika ada keinginan dan memang ada kepentingan berubah, seharusnya hadirkan semangat berubah. Ini yang dimiliki Sambal Bu Kaji lewat pengelolanya yang mensingkronisasi keinginan dengan semangat bisnis.

Hasilnya, Sambal Bu Kaji mengalami keuntungan yang meningkat. Keuntungan masuk dalam resiko sekalipun resiko positif. Ini dikarenakan mau berubah dan memiliki semangat berubah dalam bisnis Sambal Bu Kaji.

Membawa Misi Melestarikan Resep Kuliner Warisan Leluhur

Sambal Bu Kaji adalah sambal hasil resep warisan turun temurun yakni dari orang tua zaman dahulu. Sampai sekarang, Sambal Bu Kaji masih menghadirkan ciri khasnya yang ada pada sambal, tidak mengalami perubahan rasa. Ini menandakan bahwa kualitas rasa Sambal Bu Kaji tidak perlu diragukan lagi kelezatannya. Para pelanggan seta lah yang sudah mengakui hal ini. Memang, Sambal Bu Kaji berkeinginan menghadirkan sambal. Tetapi, ini tidak sampai menghilangkan sambal andalannya yang sebagai sambal resep warisan turun-temurun (leluhur).

Berusaha Terbuka Mengenai Inovasi Bisnis

Sekalipun inovasinya gagal dalam menghadirkan banyak variasi sambal, Sambal Bu Kaji memang sudah terbukti membuka diri terhadap inovasi. Memang, beberapa sambal yang dihadirkan sudah ada pemesan. Tetapi, sambal ini bukan sambal kemasan seperti sambal pecel. Sebagian sambal lagi mungkin tidak dihadirkan seperti sambal kacang mete yang belum jelas rasanya. Tetapi, ini membuktikan bahwa Sambal Bu Kaji terbuka denan inovasi bisnis. Tentunya, menghadirkan inovasi membutuhkan usaha yang tidak gampang.

Bukan hanya itu, Sambal Bu Kaji mendirikan warung pecel. Warung pecel ini baru berdiri 1 atau 2 tahun. Ini sebagai upaya inovasi dalam menghadirkan sambal di dalam hidangan yang lain.

Tentunya, menghadirkan inovasi bukan seputar masalah produk, masalah penjualan, pertanian dan yang lainnya memang bagian dari inovasi bisnis.

Suka Bergaul Dengan Pelanggan dan Yang Memiliki Kepentingan Bisnis

Semangat bisnis bisa tergambar dari mudah bergaul dengan bergaul dengan sebanyak orang yang memang untuk mencari keuntungan bisnis. Salah satu yang dimiliki pengelola Sambal Bu Kaji adalah sikap bergaul, bahkan bersama pelanggan warung pecel. Memang, Sambal Bu Kaji tidak menjaga jarak dengan pelanggan. Hal ini didukung dengan kegiatan pengelola Sambal Bu Kaji sekaligus warung Bu Kaji yang memang melayani pengolahan pecelnya di warung yang dimiliki.

Memang, membangun semangat bisnis dari pergaulan memang sulit dilakukan kecuali hal ini sudah terlatih sejak dini. Bahkan, orang yang suka bergaul belum tentu bisa bergaul dalam konten berbisnis. Bagi pengeola Sambal Bu Kaji, mungkin pergaulan dalam kepentingan bisnis sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan sejak lama sehingga mudah saja membangun pergaulan dalam dunia bisnis, khususnya sambal pecel dan pecel.

Berniat Melakukan Pemberdayaan Pertanian

Waktu itu, pengelola Sambal Bu Kaji berniat ingin melakukan pemberdayaan pertanian, khususna pertanian cabai. Namun, perkembangan berikutnya, penulis belum mengetahui apakah sudah terbangun atau tidak pertaniannya. Yang jelas, Sambal Bu Kaji sudah melakukan upaya pertama yaitu pembelian tanah sebagai bagian dari langkah pemberdayaan pertanian. Hal ini yang bisa dianggap bentuk semangat pengelola Sambal Bu Kaji sehingga kini membuahkan hasil yakni keuntungan.

Mendaftarkan Usahanya Sambal Pecel Bu Kaji

Memang, banyak usaha yang sudah bisa sukses tanpa melibatkan izin usaha dan lainnya yang membutuhkan tambahan biaya sebagai contoh warung tegal. Cukup mangkal di area kampus, penjualan selalu laris setiap harinya. Memang, hal ini bisa dilakukan juga oleh Sambal Bu Kaji. Tetapi, langkah seperti ini tidak bisa menjangkau pada taraf penjualan lintas kota apalagi lintas. Misalnya, tidak ada label halal. Maka penjualan produk ini tidak bisa menjangkau pada daerah konsumen yang menginginkan kejelasan kehalalannya. Intinya, ada pengurangan peminat. Ketika Sambal Bu Kaji berlabel halal, konsumen yang berminat sambal akan membelinya tanpa ragu. Begitu juga dalam pemerekan Sambal Bu Kaji yang tidak ada hubungannya dengan kualitas tetapi penting dilindungi. Hal ini untuk melindungi usahanya yakni melalui merek. Bila ada orang memakai merek Sambal Bu Kaji, tentu bisa dituntut.

Untuk tahap legalitas sebuah produk atau bisnis, memang banyak orang yang mengabaikan hal ini. Jelas, karena langkah ini untuk orang-orang yang sudah memiliki kesungguhan atau semangat dalam memajukan bisnisnya, termasuk pengelola Sambal Bu Kaji.

Semangat Membangi Pengalaman Usaha Ke Mereka Yang Membutuhkan

Beberapa kali, Ibu Maya, yang sebagai pengelola Sambal Bu Kaji dan juga warung Bu Kaji memberikan penyuluhannya atau bimbingannya yang pernah dialami ke beberapa perkumpulan yang memang sengaja mengundahnya. Hal ini membuktikan bahwa ada semangat berbagi untuk memberikan tips usaha pada mereka yang mau. Tentunya, mereka memiliki jenis produk yang berbeda yang memang layak untuk mendapatkan kesuksesannya juga.


Dunia Tulis-Menulis dan Kesastraan Pesantren Serta Jaringan Teks-teks Aswaja-Keindonesiaan Dari Era Wali Songo Ke Abad 19

Penulis: facebook.com/ahmad.baso.1
Hubungi Via Wa 0812 9383 1266