Jangan Takut Gagal Dalam Bisnis Makanan dan Solusinya


Apakah anda takut gagal dalam bisnis makanan? Pertanyaan ini pun menjadi tantangan tersendiri untuk penulis, apakah menjawab takut atau berani. Masalahnya, bisnis makanan adalah bisnis yang menuntut penjualan laku setiap hari. Kalau jualan selain makanan, tentunya tidak perlu menghawatirkan penjualan laku setiap hari karena masa kadaluarnyanya panjang. Kalau makanan tentu memiliki jangka kadaluarsa harian, paling lama mungkin beberapa hari, tidak sampai bulanan. Anda bisa bayangkan, bagaimana bila kondisi kadaluarsa makanan cuma batas sehari? Ini resiko ruginya besar sekali. Makanya, banyak bisnis makanan yang gagal hanya karena faktor minim penjualan di saat kadaluarsa Cuma memiliki batasan harian.

Tetapi, memang sikap mental atau sikap berani seseorang dalam berbisnis harus ada sekalipun kehadirannya dengan melakukan latihan-latihan. Hal ini agar menjadi orang yang tidak takut gagal dalam bisnis. Keberanian atau rasa tidak takut gagal dalam bisnis khususnya dalam bisnis makanan modal untuk melangkah. Secara umum memang harus memiliki rasa tidak takut gagal dalam bisnis walaupun di arah spesifikasi bisnis, ada jenis keberanian yang memiliki nilai dan warna keberanian yang berbeda. Intinya, bangun terlebih dahulu mental atau sikap berani.

Sekalipun penulis sendiri belum memiliki keberanian atau memiliki rasa tidak takut gagal dalam bisnis makanan, tetapi punya keinginan berbagi ide bagaimana menghadapi bisnis makanan yang memiliki resiko kebasian yang cepat. Penulis ingin berbagi ide membangun rasa tidak takut gagal dalam berbisnis dengan langkah yang mungkin tidak terlalu berat.

Pertama, Melatih Skill Mengolah Kuliner Terlebih Dahulu

Pengusaha kuliner biasanya pada awalnya adalah seorang yang sudah terbiasa memasak atau membuat suatu makanan. Ada beberapa makanan yang dianggap enak dan memiliki peminat yang banyak. Hal ini bisa menjadi modal untuk melakukan bisnis makanan agar memiliki rasa tidak takut gagal dalam bisnis makanan. Bagaimana bila memang tidak memiliki kebisaan dan kebiasaan dalam memasak atau emmbuat makanan? Jelas, justru ini menghadirkan rasa takut tersendiri. Tentunya, bukan berarti anda tidak bisa melatih skill mengolah kuliner atau makanan terlebih dahulu. Anda bisa meniatkan belajar atau latihan membuat makanan agar tidak lagi takut gagal dalam bisnis.

Tentunya, mengolah kuliner jangan sekedar untuk dinikmati untuk anda sendiri. Anda harus memberikan untuk keluarga, saudara. Intinya, disini anda harus rajin berbagi hasil olahan masakan anda. Ketika anda sudah diakui memiilki keahlian memasak, mereka juga akan mengandalkan anda dalam membantu masakan mereka. Jadi, kalau banyak orang membutuhkan makanan anda, artinya anda layak bisnis makanan. Inilah proses untuk menghilangkan rasa takut gagal.

Mengikuti Pelatihan Atau Seminar Bisnis

Membangun mental tidak takut gagal dalam bisnis bukan melulu dengan cara mengatasi ketidakmampuan mengelola produk. Kalau masalah produk tidak bisa, anda bisa mengandalkan tenaga ahli dalam mengelola produk yakni makanan. Bagaimana cara bergaul dan membangun kerjasama dengan beberapa tenaga ahli? Bisa dikatakan, anda membangun tim bisnis. Ini menjadi tantangan sendiri yang membuat anda bisa mengalami kebangrkutan atau tidak. Resiko ini membuat anda bisa tidak memiliki keberanian alias ada rasa takut gagal dalam bisnis. Masalahnya, bisnis model rumah makan atau bisnis makanan kelas menengah-keatas, sekalipun memiliki keahlian mengelola makanan, tetap harus membutuhkan tim khususnya tim ahli. Jadi, pengembangan diri untuk kepandaian membangun relasi pun dibutuhkan belajar membangun relasi.

Salah satu cara sebagai langkah awal belajar membangun relasi adalah mengikuti serangkaian pelatihan atau seminar bisnis. Memang, ini kurang dalam belajar membangun relasi. Tetapi, di dalam seminar, pastinya anda bertemu banyak orang. Bagaimana sikap anda kepada banyak orang tersebut? Semakin banyak mengikuti pelatihan atau seminar bisnis, tentunya akan semakin bisa menguasai membangun relasi. Bisa jadi menemukan sahabat bisnis.

Menjalin Persahabatan Produktif

Langkah lain tentu ada mengurangi takut gagal dalam bisnis, yakni menjalin persahabatan yang memiliki mimpi yang besar. Bisa jadi, persahabatan didapatkan dari mengikuti seminar atau lainnya. Atau, mungkin anda memiliki pertemanan sejak kecil yang memang mementingkan persahabatan yang produktif. Biasanya, mereka yang sudah terbiasa bergaul dengan produktif sudah punya memiliki mental berani sehingga ketika membangun bisnis, sudah tidak takut gagal dalam bisnis. Mengapa? persahabatan yang produktif memiliki tantangan sendiri yakni saling memberikan keuntungan. Hal ini membangun kerja tim yang unggul. Suka dan duka sudah pasti mereka merasakannya. Ketika pergaulan produktif ini berniat untuk produktif dalam bisnis, mereka sudah tahu kepentingan mereka, minimal saling memberikan keuntungan.

Mencoba Bisnis Makanan Ringan Untuk Stok Warung

Banyak warung yang membolehkan melakukan penyetokan produk asalkan tidak produk yang sudah ada di warung. Tentunya, penyetokan ini mengandalkan pembayaran hasil penjualan bukan pembayaran di muka. Artinya, penyetok akan mendapatkan untung ketika ada produk makanan yang terjual. Salah bila penyetok meminta bayaran di muka yang belum jelas terjual atau tidak. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh anda yang masih takut gagal dalam bisnis makanan. Mengapa? stok produk makanannya tidak perlu dalam jumlah banyak, misa 5 biji atau berapa sebagai uji coba. Anda pun tidak perlu malu dengan stok 5 biji per warung. Daripada langsung membuka warung, lebih baik melakukan stok produk. Bisnis menyetok produk di warung jauh lebih kecil resikonya.

Bisnis Makanan Kue Atau Makanan Ringan Kering Standar Pabrik

Kalau mau membuka bisnis makanan seperti warung tegal atau disebut warteg, anda membutuhkan perencanaan yang matang. Memang, makanan ala warteg paling laris di area sekolah, kampus. Tetapi, apakah harus mengandalkan area itu sedangkan tempatnya terbatas? Langkah bisnis ini pun belum cocok untuk anda yang masih takut gagal dalam bisnis makanan. Ya, karena memang tantangannya tidak bisa dianggap remeh. Lebih baik, bagi yang masuh takut gagal dalam bisnis, mungkin bagi anda, membuka bisnis kue atau makanan ringan kering yang memiliki standar pabrik.

Apa maksud produk standar pabrik? Disini bukan mengharuskan memiliki pabrik makanan. Anda cukup mengandalkan rumah sebagai tempat pengelolaan produk makanan. Hanya saja, anda harus membuat makanan yang bisa untuk dikirim kemana dengan kemasan profesional. Dalam hal ini, penulis belum bisa mencontohkan dengan produk makanan warung pecel Bu Kaji karena belum memiliki standar pabrik. Tetapi, sambal pecel milik Bu Kaji memang bisa sebagai contoh untuk produk makanan standar pabrik.

Hal inti penting yang perlu ditekankan adalah, seberapa lama bila ingin memiliki masa kadaluarsa? Standar pabrik biasanya memiliki bahan pengawet. Memang, ada makanan tertentu yang tidak memiliki bahan pengawet. Tetapi, bisnis makanan tanpa memiliki bahan pengawet akan memperbesar rasa takut gagal anda dalam bisnis makanan ketika belum terbangun jaringan distributor.

Memang, membutuhkan modal yang tidak sedikit untuk membuat produk makanan kemasan ala pabrik. Tetapi, paling tidak, ini menjadi solusi mengatasi rasa takut gagal dalam bisnis makanan.


Dunia Tulis-Menulis dan Kesastraan Pesantren Serta Jaringan Teks-teks Aswaja-Keindonesiaan Dari Era Wali Songo Ke Abad 19

Penulis: facebook.com/ahmad.baso.1
Hubungi Via Wa 0812 9383 1266