Cara Menjual Cabai Bahan Sambal Secara Online


Anda sudah pasti mengetahui bahwa cabai bisa digunakan untuk membuat sambal. Ya, definisi sambal sudah pasti berisikan bahan cabai secara maksimal. Intinya, cabai sudah terbukti bisa dibuat aneka sambal, salah satunya sambal pecel. Nah, mungkin anda seorang petani cabai dengan aneka cabainya. Dari sini, anda berniat berjualan sambal secara online. Ya, anda tidak memiliki kesalahan langkah bila cabai yang anda tanam dan panen, dijual secara online. Namun, anda akan melakukan kesalahan dalam berjualan cabai secara online kalau belum mengetahui langkah demi langkah berjualan secara online untuk produk fisik yang cenderung mudah basi.


Cara menjual cabai secara online ini dikhususkan bagi orang yang memiliki perkebunan cabai. Apakah anda memiliki perkebunan cabai? Kalau tidak, sepertinya anda tidak bisa menerapkan cara yang akan dijelaskan. Hal ini karena inti penjualannya menggunakan media online sehingga harga jualnya bisa bersaing dengan tetap mendapatkan harga yang tinggi.

Bagaimana cara menjual cabai, cabai yang biasanya digunakan sebagai bahan sambal? Berikut langkah-langkahnya.

Harus Memiliki Manajemen Produk Sisa

Produk cabai bisa disejajarkan dengan produk kuliner. Artinya, produk cabai punya masa kebasian alias bosok yang cepat seperti makanan. Tetapi, cabai masih tergolong di bawah kuliner atau makanan dalam hal resiko kebasian. Mengapa demikian? Cabai bisa ditaruh di dalam lemari pendingin untuk cabai yang agak terlihat layu agar segar kembali. Berbeda dengan makanan yang sebagian kuliner tidak bisa mentolelir memasukkan makanan ke lemari pendingin disaat untuk penjualan. Walaupun cabai dianggap dibawah makanan dalam hal resiko kebasian, harus tetap memiliki manajemen produk sisa.

Manajemen produk sisa adalah manajemen yang digunakan untuk kebutuhan mengolah produk cabai yang gagal jual ketika kualitas sudah menurun. Langkah yang bisa diambil adalah mengelola cabai menjadi kering. Cabai kering bisa digunakan untuk membuat sambal tabur dan lainnya. Atau, manajemen produk sisa cabai bisa mengurusi mengelola sambal. Pada intinya, manajemen produ sisa berhubungan dengan menyelamatan produk dari terbuang sehingga menyebabkan kerugian.

Menghadirkan Aneka Cabai

Penjualan cabai secara online seharusnya menghadirkan aneka cabai. Tetapi, penjualan aneka cabai tidak bisa ditangani oleh si penjual yang sebagai petani cabai. Mengapa? Biasanya, pertanian cabai memfokuskan pada salah satu jenis cabai saja. Penjualan pun bersifat grosir dengan nilai bobot yang berat seperti kintalan atau karungan. Kalau hal ini dilakukan secara online, bisa saja. Tetapi, menghadirkan variasi cabai justru bisa meningkatkan daya tarik.

Tentunya, anda sebenarnya melakukan penjualan online cabai hanya sekedar menambah jumlah penjualan. Pada dasarnya, anda sudah memiliki beberapa target penjualan hasil pertaniannya. Jadim penjualan fokus satu jenis cabai hasil pertanain pun tidak masalah. Namun, hal ini tidak menghalangi untuk menghadirkan variasi cabai secara online untuk meningkatkan penjualan.

Merangkap Penjualan Eceran

Resiko penjualan grosir cabai adalah ketika stok kosong, penjualan terhenting. Untuk pemenuhan cabai, tentunya hanya dihasilkan dari pertanian. Kalau mengandalkan stok lain, suplier lain, tentu ini langkah yang dianggap menyulitkan lagi karena pemenuhan stoknya bisa saja berada di daerah yang jauh, harganya malah tidak bisa dijual secara grosir. Akibatnya, usahanya akan macet karena tidak ada stok cabai. Kalau stok produk selain hasil pertanian, masih bisa ditolelir. Apakah anda akan melakukan kondisi seperti ini? Tentu tidak mungkin. Maka dari itu, penjualan grosir cabai harus merangkap penjualan eceran, ketika stok cabai grosir sedang kosong, anda masih bisa berjualan secara eceran dengan mengandalkan cabai suplier.

Jadi, bisa disimpulkan, penjualan cabai online anda berasal dari pertanian anda sendiri dan juga suplier lain. Ini dalam rangka untuk melengkapi.

Penjualan Bubuk Cabai

Nah, dari manajemen barang sisa, anda bisa menghasilkan produk cabai bukuk. Cabai bubuk diolah berasal dari cabai kering yang pada awalnya belum mendapatkan penjualan sampai hampir basi. Daripada bertambah basi, cabai kering diolah menjadi cabai bubuk. Untuk cabai ini, sudah banyak pasar yang menginginkan terutama para penjualan cemilan gorengan bumbu tabur.

Masalah yang harus dipecahkan adalah masalah penggilingan menjadi bubuk cabai. Anda harus membutuhkan mesin penggiling pembuat bubuk cabai. Bila seperti ini, anda tidak lagi sekedar memanfaatkan cabai sisa tetapi juga cabai khusus untuk pembuatan bubuk cabai.

Penjualan bubuk cabai mungkin bisa menjadi solusi penghasilan jangka panjang. Mengapa demikian? Stok cabai bisa dihasilkan dari beberapa suplier untuk penggilingan bubuk cabai. Jadi, tidak sekedar mengandalkan cabai hasil pertanian sendiri yang memiliki keterbatasan. Ketika cabai sudah dibuat bubuk, cabai bisa memiliki daya tahan lama sehingga meminimalkan resiko. Penjualan bubuk cabai pun diminati para penjual gorengan yang membutuhkan bubuk cabai.

Penjualan Aneka Bahan Resep Berbahan Utama Cabai

Ini penting sekali untuk meningkatkan penjualan cabai. Mereka membeli cabai tentunya untuk kebutuhan membuat sambal, biasanya. Nah, anda bisa menyiasati penjualan cabai dengan menggabungkan dengan bahan pembuat sambal lainnya. Memang, cara ini bisa menambah beban berbelanja kebutuhan produk seperti bahan-bahan pendukung cabai. Sebagai misal, anda menjual paket cabai untuk sambal pecel. Maka bahan-bahan kacang, tomat dan lainya akan ikut terlibat. Jelas, resiko kebasian atas bahan tomat dan lainnya bisa merugikan usaha. Tetapi, paling tidak, ada menghadirkan produk khusus paket cabai pembuat sambal. Jadi, tidak mengharuskan untuk beberapa produk paket cabai.

Tetapi, ada catatan menarik. Bahan sambal umumnya memiliki bahan yang sama. Perbedaanya memang ada namun sedikit. Inilah yang bisa menjadi solusi menghadirkan. Anda tinggal mengatur jumlah pembelian bahan resepnya, apakah harus kiloan atau berapa.

Andalkan Situs Marketplace

Pada dasarnya, penjualan lewat situs marketplace tidak cocok. Mengapa? tetap saja, anda membutuhkan media lain untuk sumber kunjungan. Juga, anda membutuhkan variasi produk cabai yang banyak. Tetapi, terpenting, anda menampilkan harga grosir dalam situs marketplace, sudah menjadi solusi penjualan. Terlebih, menggunakan situs marketplace sudah diatur sistem penjualannya sampai dengan pengiriman.

Namun, bila anda membangun fokus penjualan cabai di tempat terdekat, sekitar wilayah anda, walaupun penjualan secara online ꟷkarena definisi penjualan online adalah menggunakan media onlineꟷbisa mengandalkan di luar situs marketplace. Biasanya menggunakan sosial media dengan target penjualan temannya sendiri. Anda bisa mengarahkan pembeli anda untuk tidak membeli lewat marketplace. Tetapi, bila di situs marketplace bisa dibuat keterangan “dikirim oleh tim”, ini tidak menjadi masalah. Nantinya, pembelian cabai bisa dikirm langsung oleh pihak tim anda.

Andalkan Sosial Media

Inti penjualan khususnya penjualan cabai adalah “terpenting terjual”. Bila tetangga anda sudah mencukupi dalam menghabiskan produk penjualan, untuk apa menarget pasar luar ketika memiliki keterbatasan stok, dalam hal ini stok cabai? Jadi, untuk masalah penjualan produk fisik, diutamakan adalah tetangga anda. Ini jangan sampai dilupakan. Maka dari itu, menggunakan sosial media adalah cara efektif penjualan online target tetangga khusunya cabai.