Warung Makan Sederhana Bu Kaji Menembus Pasar Online


Warung makan sederhana biasanya hany melayani penjualan offline. Artinya, si pengunjung menghampiri warung makan. Kalaupun menyediakan jasa pesan antar, tentunya memberatkan pihak pemilik warung. Karena memberatkan, tidak banyak pemilik warung menyediakan jasa antar. Tetapi, inilah kondisi warung makan sederhana sebelum kehadirkan marketplace yang memfasilitasi jasa kurir. Setelah kehadiran situs atau aplikasi marketplace yang berhubungan dengan jasa kurir seperti pihak penyedia ojol, banyak sekali warung makan sederhana yang membuka dalam penjualan online. Padahal, warung makan mereka sederhana, seperti gambaran warung makan warteg. Anda tidak perlu bertanya, apakah bisa laku.


Warung Bu Kaji sudah membuktikan mendapatkan penjualan lewat aplikasi marketplace. Penjualan pun dianggap bagus setiap harinya. Tentunya, secara khusus pembelian lewat ojek online lewat aplikasi Gofood dan Grabfood, mendapatkan penjualan yang tidak sedikit. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya tukang ojol yang memesan makanan sesuai permintaan si klien. Padahal, warung Bu Kaji Semarang

Berikut adalah vidio dokumentasi bagaimana penjualan beberapa menu makanan di warung Bu Kaji Semarang.



Apakah anda ingin memiliki warung makanan sederhana seperti warung Bu Kaji Semarang yang berhasil menembus pasar online? Tentunya, anda akan mendapatkan penjualan online menggunakan aplikasi Gofood atau Grabfood langganan waurung Bu Kaji Semarang yang memang berada di area dekat. Karena itulah, perlu cara-cara yang tidak perlu muluk-muluk menarget pasar internasional.

Membangun Produk Bumbu Unggulan

Anda tidak perlu melakukan langkah ini sebenarnya. Tetapi, langkah ini yang sudah dilakukan warung Bu Kaji. Sebelum membuka usaha penjualan pecel dan lainnya di warung Bu Kaji, pengelola sudah menjual produk sambalnya yakni produk bumbu pecel. Produk bumbu ini sudah dikenal lezat sehingga memiliki pelanggan tersendiri. Ketika pengelola membuka warung pecel dan lainnya, tentunya, mudah saja bagi si pemilik warung mendapatkan banyak penjualan.

Ketika tidak memiliki produk bumbu unggulan, memang akan sulit membangun brand. Anda tentu tahu bahwa pengusaha bakso mengelola butiran bakso dan kuahnya sendiri sekalipun bahan-bahan lain tidak dibuatnya. Begitu juga dengan pengusaha pecel, biasanya olahan sambal diolah sendiri dengan resep yang khas.

Inilah yang disebut produk atau produk bumbu unggulan.

Memiliki Ruko Atau Rumah Makan

Sekalipun anda mengandalkan marketplace yang bekerjasama dengan ojek online seperti Gofood dan Grabfood, jangan sekali-kali menjual makanan tanpa tempat usahanya yakni warung. Warungnya pun bukan warung yang tidak serius berjualan. Warung Bu Kaji mengapa menjadi target pelanggan karena memang memiliki ruko atau rumah makan mini sehingga ada lalu lalang pengunjung, para ojol pun berada pada tempat antrian, dan lainnya. Bayangkan anda tidak memiliki warung namun berjualan di marketplace, siapa yang akan membeli? Lah, warungnya saja tidak ada. Rata-rata pelanggan yang membeli makanan adalah orang yang sudah tahu kondisi tempat makanannya. Menggunakan marketplace hanya menjadi sarana atau pembantu dalam mendapatkan produk makanan yang diinginkan.

Menyediakan Lemari Pendingin atau Freezer

Makanan tidak lepas dari kondisi basi. Untuk itu, anda harus menyiapkan lemari pendingin bahkan freezer. Tentunya, menghadirkan lemari pendingin atau freezer tidak untuk semua produk makanan. Beberapa makanan seperti butiran bakso atau dimsum memang membutuhkan freezer. Apalagi, anda memang sengaja menyetok banyak butiran bakso atau dimsum pada suplier yang membutuhkan ongkos kirim sehingga membutuhkan lemari pendingin, bahkan freezer agar tidak basi.

Masalah frezer, memang pengelola warung Bu Kaji tidak memikirkan. Karena, sisa sambal sendiri untuk keutuhan pembuatan hidangan pecel, disamping penjualan kemasan. Tetapi, untuk sebagian makanan memang membutuhkan freezer.

Tetap Memfokuskan Pelanggan Terdekat

Anda salah besar bila membuka warung semata-mata untuk menarget pembelian online atau pembelian lewat aplikasi. Mungkin anda seperti ini karena tergoda oleh teman anda yang meraih sukses lewat penjualan online menggunakan aplikasi tertentu. Anda ingin membuka usaha juga namun melupakan penjualan yang menarget konsumen tertekat atau pelanggan ofline. Anda sekedar memposting produk tetapi melupakan pembangunan warung. Cara yang ada lakukan salah. Justru anda seharusnya memfokuskan dalam membuat rumah makan mini atau warung makan ala warteg. Tentunya, anda menargetkan pelanggan ofline atau pelanggan terdekat.

Langkah selanjutnya, anda bisa memudahkan pelanggan anda membeli lewat aplikasi. Inilah yang sehasunya dilakukan. Aplikasi hanya untuk mempermudah pembelian. Syukur-syukur, anda bisa mendapatkan pelanggan baru lewat aplikasi walaupun sebelumnya pernah membeli.

Tetapi, rata-rata pembeli akan melihat kondisi rill warungnya sebagai sebuah kepercayaan. Kalau seperti ini, penjualan online tanpa warung sepertinya salah besar.

Hal inilah yang dilakukan Sambal. Pembangunan awal memang dibutuhkan untuk pelanggan sambalnya. Ketika penjualan laku, pengelola warung Bu Kaji menyediakan pembelian lewat aplikasi yang bekerjasama dengan Grabfood dan Gofood.

Memvariasikan Produk Menumakanan Ala Bu Kaji

Variasi produk warung khususnya warung pecel memang penting. Jangan sampai anda melupakan langkah ini. Kebetulan, warung Bu Kaji melakukan langkah ini dengan menghadirkan aneka menu. Pada awalnya, menu utama yang dihadirkan Cuma pecel dengan aneka variasi pecelnya. Tetapi, kini bertambah menjadi menu nasi gudangan, gado-bado bahkan rujak. Tentunya, bahan dasarnya masih mencirikhaskan pada penjualan awal yaitu sambal. Menariknya, penjualannya pun laku. Anda bisa meniru langkah yang warung Bu Kaji lakukan.


Selalu Mempromosikan Tempat Penjualan Onlinenya

Salah satu kegiatan yang dilakukan pengelola sambal dan warung Bu Kaji adalah mempublikasikan para driver yang berdatangan membeli menu makanan di warung Bu Kaji. Di samping itu, pengelola selalu memposting gambar dengan disertai pengenalan tempat penjualan secara online-nya yakni di Grabfood dan Gofood. Langkah ini sudah tepat karena bisa membangun kepercayaan untuk orang jauh dalam memesan pecel atau lainnya lewat aplikasi penjualan online.

Itu juga suatu alasan mengapa penjualan online masih membutuhkan tempat ofline yakni warung atau rumah makan. Tujuannya, agar bisa melakukan seperti yang pengelola warung Bu Kaji lakukan. Bayangkan, seandainya anda tidak memiliki warung di saat ada beberapa pelanggan yang rutin memesan, apakah anda bisa mempublikasikannya?

Mengikuti Beberapa Marketplace

Memang, pada dasarnya, marketplace yang diikuti warung Bu Kaji adalah marketplace yang berfokus pada pelayanan ojek online seperti Gofood dan Grabfood. Tetapi, pada dasarnya semua marketplace penjualan produk fisik secara online menyediakan pelayanan kurir ojek online walaupun memang tidak ada urusannya dengan ojek online seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan sebagainya. Hal ini yang seharusnya dimanafaatkan warung Bu Kaji dan juga warung makanan lainnya.

Mengikuti beberapa marketplace memang penting, minimal dua. Warung Bu Kaji sendiri mengikuti dua marketplace, kalau tidak salah. Karena dua marketplace itulah yang sering diperkenalkan. Tetapi, bila memang anda membutuhkan penambahan marketplace untuk meningkatkan penjualan, ya tidak masalah. Biasanya, ini menyesiakan target penghasilan yang diinginkan. Karena masing-masing marketplace sendiri memiliki pelanggannya sendiri.