Manfaat Mendaftarkan Merek Untuk Merek Bu Kaji


Sebelah merek atau brand Sambal Bu Kaji, sekarang pengelola menambah merek baru yang didatarkan di lembaga yang mengurusi pendataran merek, yaitu HAKI. Sebelumnya, sertifikat Sambal Bu Kaji sudah keluar. Bila sertifikat sudah keluar, pengelola Sambal Bu Kaji bisa menindak pemilik usaha yang mengaku-ngaku bagian dari Sambal Bu Kaji. Ya, pengakuan pengelola sendiri bahwa sudah banyak merek usaha yang memakai nama “sambal bu kaji” atau “warung bu kaji”. Hal ini dikhawatirkan menurunkan omzet untuk warung bu kaji, di kira bagian darinya.


Beberapa alasan mengapa merek dagang atau produk Bu Kaji perlu dilindungi. Pembahasan ini berdasarkan analisis penulis semata selama lebih dari satu tahun melihat perkembangan bisnis Bu Kaji, baik warung pecel atau kemasan sambal pecelnya.

  • Produk Sudah Terpercaya

Mengapa pengelola sambal Bu Kaji perlu mendaftarkan merek sambal pecel? Karena produk yang dijual sudah terpercaya. Bila dibiarkan saja, di saat sudah merasa bisa untuk mendaftar, dikhawatirkan nanti nama brand “Sambal Bu Kaji” menjadi penamaan merek umum. Hal ini beresiko untuk ciri khas sambal Bu Kaji itu sendiri dan bisa mengurangi penjualan. Bila memang dirasa layak produk yang sedang dijual dan memiliki nama yang belum ada yang lainnya, bisa mengamankanya di lembaga legalitas merek.

Bagaimana bila produk belum terjamin terpercaya? Kasus ini bisa diarahkan pada produk Resto Bu Kaji. Jelas, pengelola belum bisa menghadirkan produk yang terpecaya.

  • Berniat Mengembangkan Usahanya

Dengan menghadirkan sambal pecel, lalu berlanjut warung pecel dan bertambah lagi, maka ini sudah sebagai bukti bahwa pengelola mengembangkan usaahnya. Ketika merek dagang didaftarkan, tentu, karena ada semangat mengembangkan usahanya. Percuma anda mendatarkan usahanya bila tidak ada niat mengembangkan usaahnya.

Lalu apa manfaat mendaftarkan merek untuk merek bu kaji? Berikut beberapa manfaat yang akan usaha Bu Kaji dapatkan.

1. Mendapat Perlindungan Hukum

Pada dasarnya, hukum negara itu percaya pada si pemilik usaha kalau merek yang dipakai memang merek milik si pemilik. Hanya saja, orang lain pun memakai merek yang anda pakai, baik sengaja atau tidak sengaja. Maka dari sinilah, hukum negara membutuhkan bukti-bukti kepemilikan, untuk mengetahui siapa yang memang punya sertifikat merek yang sudah dikeluarkan oleh HAKI. Kalau memang anda pemilik sertifitak merek, entah hasil nyuri merek atau bukan, andalah pemilik merek. Kaerna HAKI sendiri sudah mencatat merek-merek yang terdaftar yang bisa digunakan sebagai kekuatan hukum.

Jadi, alangkah baiknya, bila usaha memang memiliki prospek yang bagus, jangan mengeluarkan merek asli sebelum terdaftar dalam HAKI. Atau, sedari awal memang sudah mendaftarkanya. Hal ini untuk menghindari dari pencuri merek yang akan didaftarkan. Karena, orang yang memiliki sertifikat merek itulah pemilik merek.

Begitu juga dengan sambal bu kaji, yang sudah memiliki sertifikat merek, bisa menindak pada usaha-usaha yang mengaku-ngaku bagian dari sambal bu kaji.

2. Bisa Untuk Mengembangkan Usaha Waralaba

Semua usaha yang diwaralabakan memang harus memiliki surat-surat legalitas usaha, salah satunya adalah merek dagang. Ketika waralaba tidak memiliki surat kepemilikan merek, cabang-cabang usaha yang tersebar atas nama merek si pemilik tentu tidak bisa menjadi bagian dari usaha si pemilik. Bisa saja, dalam jalinan kerjasama “jual-beli” bahan baku masih terikat. Tetapi, kalau sudah memiliki bahan baku yang lain, mengapa masih harus bekerjasama? Dan orang lain, mengapa susah payah harus mendaftarkan diri bila memang bisa dengan mudah memakai merek? Bayangkan saja, bagaimana nasib KFC bila tidak ada legalitas merek dagang?

Jadi, legalitas merek alias mendapatkan sertifikat merek adalah untuk kebutuhan menjual merek. Waralaba sendiri adalah penjualan merek dagang yang di dalamnya terjadi kontrak kerjasama.

Ketika Sambal Bu Kaji atau Resto Bu Kaji membuka peluang waralaba, tentunya sudah bisa memenuhi salah satu syarat yaitu memiliki sertifikat merek dagang.