Tips Warung Bu Kaji Mengatasi Ojol “Nakal”


Pembahasan warung Bu Kaji mengatasi ojol nakal ini berdasarkan kejadian tukang ojol “nakal” yang pernah dialami warung Bu Kaji. Tentunya, kejadiannya ada yang merugikan pihak pengelola sendiri yakni warung bu kaji, juga ada yang merugikan pihak ojol pelanggan. Padahal, para ojol yang terikat aplkasi bekerja sama dengan Bu Kaji, berlangganna setiap hari. Tetapi, namanya manusia yang sedang butuh makan, ada saja cara licik yang digunakan, baik merugikan warung bu kaji atau merugikan sesama ojol.



Bentuk kenakalan ojolnya bagaimana? Ada dua kasus yang dialami pengelola sambal bu kaji yakni:

a.    Menggunakan Aplikasi Tikus

Aplikasi tikus hanya nama istilah aplikasi yang bisa membuat ojol mengambil jalan pintas. Penulis sendiri kurang paham. Namun, dari penjelasan yang pernah di share pengelola sambal bu kaji adalah aplikasi tikus membuat posisi seseorang ojol seakan selalu berada di dekat warung bu kaji. Padahal, si ojol sendiri sedang berada jauh dari warung bu kaji. Jelas, bila keliatan deket, si pemilih ojol akan lebih memilih ojol yang dekat. Padahal, tidak sedang berada di dekat warung. Cara seperti ini merugikan para pihak ojol sendiri karena job direbut ojol yang menggunakan aplikasi tikus walaupun ojek sedang berada dari jangkauan warung.

b.    Mencancel Pemesanan Setelah Dilayani

Kalau kenakalan ojol seperti ini bisa merugikan secara finansial pemilik usaha, dalam hal ini merugikan pengelola warung Bu Kaji. Karena, mereka melakukan curang dengan cara mencancel pemesanan setelah dilayani. Tentunya, kasus ini terjadi pada salah satu aplikasi ojol saja, tidak menyeluruh aplikasi. Mengapa bisa seperti ini? Penulis kurang memahami. Yang jelas, menurut pengakuan pengelola, tingkah ojol seperti ini sudah merugikan dirinya. Ruginya kenapa? Pengelola sudah memberikan produk yang dipesan, tetapi, oleh pihak ojol malah dianggap pemesanan yang dicancel. Lalu si ojol mengoper cancelan ke ojol yang lain. Si ojol nakal mendapat keuntungan, pembeli produk tidak mengetahui kalau si ojol pura-pura cancel.

Sekali lagi, penulis tidak mengetahui pasti bagaimana.

Lalu bagaimana pengelola Sambal Bu Kaji untuk menghindari dari kejadian yang pernah dialami, bahkan sampai dirugikan?

a.    Menyediakan CCTV

Kebetulan, penjualan pecel dan lainnya di warung bu kaji terbilang laris-manis. Tentunya, setiap hari pihak ojol berdatangan untuk memenuhi pesanan yang tidak bisa mengunjungi warungnya. Ya, bisa dibilang ada antrian dari kalangan ojol. Sepertinya, Bu Kaji sudah tahu informasi mengenai aplikasi tikus sehingga harus memasang CCTV setelah tiap hari dibanjiri para pembeli, khususnya dari kalangan para ojol. Dengan CCTV, pengelola bisa mengetahui berapa menit si tukang ojol sampai di warung dengan waktu pembeli melakukan pemesanan peel. Dengan menggunakan CCTV, sampainya tukang ojol bisa diketahui denga data-data. Bila diperlukan, CCTV inilah yang digunakan untuk menggugat. Kurang lebih seperti ini.

b.    Membuat Nota Pembelian

Nota pembelian ibaratnya data fisik pemilihan umum. Sekalipun situs KPU di hack, kalau ada data fisik, tentunya, data fisik itulah yang memang menjadi bukti. Begitu juga nota pembelian yang bisa sebagai bukti pembelian suatu produk. Tentunya, nota pembelian harus di buat secara profesional. Inilah yang dilakukan pengelola Sambal Bu Kaji dan Warung Bu Kaji. Di samping untuk pencatatan penjualan sementara, juga untuk menjegah kecurangan tukang ojol dalam mencancel pemesanan pembeli setelah orderan di layani.

***

Sekali lagi, penulis menjelaskan sebatas informasi sementara yang diketahui. Penulis tidak tahu pasti kondisi di lapangan. Tetapi, yang jelas, informasi yang diperolah dari pengelola memang sudah cukup masuk akal karena memang disertai bukti-bukti. Walaupun begitu, penulis tidak memberikan putusan apa-apa. Hanya saja, informasi ini untuk lebih memberikan kepekaan penjual atas penjualan-pembelian dunia digital