Usaha Makanan Yang Bisa Dititipkan Di Warung

sambal pecel

Seperti apa usaha makanan yang bisa dititikan di warung? Dengan menitipkan di warung, pemilik produk tidak perlu mengeluarkan modal banyak untuk membuka warung. Hanya saja, perlu warung yang tepat dalam penitipannya agar menghasilkan penjualan yang bagus.

 

Anda perlu mengetahui bahwa makanan yang dititipkan di warung tidak semua cocok untuk dititipkan. Ada beberapa faktor seperti makanan yang mudah basi, sudah ada produk sejenis dan yang lainnya. Anda perlu memperhatikan, bisa dengan berbicara dengan pemilik warung langsung mengenai penitipan produknya.

Berikut beberapa penjelasan mengenai usaha makanan yang bisa dititipkan di warung secara garis besarnya, tidak menjurus ke jenis item produk.

Produk Usaha Makanan Apa Saja Yang Bisa Dititipkan Di Warung

Apa saja produk yang bisa dititipan di warung? Tentunya, warung juga bisa sebagai apotek karena menyediakan beberapa obat tanpa harus resep dokter. Warung juga bisa menyediakan aneka sembako. Warung menyediakan aneka jajanan. Karena itu, warung bisa untuk dititipkan dengan banyak produk, khususnya makanan. Terpenting, si pemilik warung mengizinkan warungnya sebagai tempat penitipan produknya.

Jadi memang tidak bisa ditentukan jenis produk makanan apa saja yang bisa dititipkan di warung.

Hanya saja, usaha makanan yang sering dititipkan di warung adalah usaha makanan ringan atau makanan cemilan, bisa dikatakan produk jajanan. Produk jajanan yang memang sering dititipkan di warung.

Di sini akan menjelaskan rincian produk usaha makanan yang bisa dititipkan di warung. Dengan harapan, pemilik produk bisa mendapat keberuntungan yaitu mendapat penjualan yang menguntungkan.

1. Menggunakan Produk Makanan Lama Basi Yang Dititipkan Di Warung

Ada baiknya, produk yang akan dititipkan di warung harus bisa bertahan lama. Mengapa hal ini harus diperhatikan? Banyak produk yang gagal terjual dikarenakan memiliki batas layak makan yang tidak lama di saat lama dalam menghasilkan penjualan. Jadi, bisa saja produk yang dititipkan di warung kalah saing dengan produk lain yang agak sejenis, baik sesama makanan ringannya atau lainnya.

Sebagai contoh produk gorengan. Berapa hari produk gorengan memiliki waktu layak konsumsi atau layak makan? Kebanyakan produk gorengan tidak memiliki waktu lebih dari 3 hari.

Tentunya, penitipan produk gorengan perlu memperhatikan karakter warung. Bila dititipkan di warung makan, bisa saja habis dalam sehari. Berbeda bila karakter warung hanya sekedar warung kelontong, bisa saja tidak laku sama sekali.

Tetapi, bila memang mau serius membangun usaha makanan yang bisa dititipkan di warung, perlu memperhatikan ketahanan produknya dalam jangka waktu lama, bisa dengan cara alami atau dengan bahan pengawet dengan kadar yang direkomendasikan.

2. Produk yang Diminati Masyarakat Zaman Sekarang

Anda bisa mencoba melakukan penitipan produk di warung-warung yang yang memiliki banyak pelanggan setiap harinya. Hal ini sebagai upaya melihat respon masyarakat, apakah mereka berminat atau tidak pada produk yang ditawarkan.

Anda bisa memilih warung terbaik yang memiliki banyak penjualan. Ketika ada warung yang memiliki penjualan terbaik, bisa sebagai tempat berlangganan penitipan produk. Anda tidak perlu memilih warung yang minus penjualan.

3. Produk Makanan Anak Kecil Berharaga Murah

Banyak produk di warung yang diminat anak kecil. Biasanya, penjualan produknya dianggap laku. Hal ini pun berkaitan dengan harga murahnya. Anda bisa membuat produk yang enak diminati anak-anak dengan harga jual yang murah.

Produk makanan yang diminati anak kecil lebih kepada makanan ringan yang memiliki rasa asin, manis dan juga cocok dimakan di mulut anak kecil. Produk anak-anak pun bisa mengikuti trend yang ada.

4. Produk Makanan Kebutuhan Konsumsi Harian    

Produk usaha makanan yang bisa dititipkan di warung bisa berupa produk yang menjadi kebutuhan konsimsi harian keluarga. Sebagai contoh adalah kerupuk pedas. Banyak anggota keluarga yang menjadikan kerupuk sebagai kebutuhan konsumsi harian, sebagai teman makan. Biasanya, jenis makanannya adalah makanan untuk kebutuhan lauk yang memang sering dijadikan kebutuhan konsumsi harian.

***

Membangun Usaha Makanan Yang Bisa Dititipkan Di Warung

Langkah berikutnya adalah menjadi menggunakan strategi penitipan di warung ketika sudah membangun usaha makana. Hal ini perlu anda perhatikan agar usaha makanannya mengalami kesuksesan. Berikut beberapa langkah yang perlu anda perhatikan ketika mau menitipkan produk.

1. Membuka Usaha Makanan Sekelas Home Industri

Anda bisa membuka konsep usaha home industri untuk produk makanan anda yang akan dititipkan di warung. Banyak sekali pelaku usaha home industri yang mengandalkan warung sebagai tempat pendistribusian.

Alasan mengandalkan warung biasanya home industri tidak memiliki warung.  Hal ini memiliki alasan, salah satunya, jumlah produksinya yang banyak. Di samping itu, produk yang diproduksinya tidak terlalu banyak. Ketika selesai memproduksi produk, biasanya langsung habis disetor para pelanggan, dalam hal ini pemilik warung, baik di pasar atau rumah.

2. Memiliki Tim Pengantar Dan Pengambil Produk Makanan Yang Dititipkan Di Warung

Mempunyai pekerja pengantar memang berguna untuk mengirim produk yang akan dititipkan di beberapa warung. Biasanya, banyak warung yang perlu dikunjungi dalam jarak yang cukup jauh. Pekerja ini memiliki kendaraan atau disiapkan kendaraannya untuk pengantaran produk ke warung-warung.

Dengan mengandalkan pekerja pengantar produk, berguna untuk mengirimkan ke banyak warung dalam sekali jalan. Untuk itu, anda bisa mengatur rute dan jadwal pengirimannya agar sekali perjalanan bisa melewati banyak pemilik warung.

3. Selalu Mencari Perkembangan Informasi Mengenai Warung Baru

Sebagai pengelola home industri yang usahanya berkaitan dengan penitipan produk di warung, tentunya, mengharuskan memiliki informasi warung. Pada awalnya, anda akan mencari-cari warung untuk memperbanyak tempat stok produk. Lalu anda bisa mencari warung baru dari informan.

Beberapa warung baru, mendatak langsung dikunjungi yang bisa disebut sales. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana bisa mereka langsung mengetahui ada warung baru? Hal inilah yang perlu anda perhatikan yaitu mengamati perkembangan warung baru di dareah yang dilalui pengantar atau sales anda. Bisa juga mencari informasi warung terbaru ke suplier-suplier.

Pada intinya, anda dan tim bisa mengembangkan beberapa warung yang bisa dijadikan target penyetokan produk.

4. Menggunakan Sistem Penitipan Produk Bukan Penjualan Langsung

Anda perlu menyadari bahwa usaha makanan yang akan dititipkan di warung jangan sampai merugikan pihak yang sudah menerima tawaran penitipan produk dari anda. Anda perlu sadar bahwa membangun warung pun membutuhkan modal. Bila anda menyadari hal ini, anda jangan bergaya menjadi bos. Anda seenaknya meminta untuk penitipan produk dengan cara membayar di awal. Jelas, ini merugikan pemilik warung.

Anda harus menggunakan cara pembayaran sesuai jumlah produk yang berhasil dijual. Pemilik warung tidak akan dirugikan dengan sistem pemayarannya. Karena itu, anda perlu memilih warung yang layak untuk penitipan produk. Hal ini juga berkaitan dengan produk. Produk sembako atau makanan cocok dititipkan di warung karena jauh lebih sering terjual setiap harinya.



sambal pecel