Bisnis Keripik Singkong Kekinian Rasa Gadung


Apa hubungannya bisnis keripik singkong kekinian dengan rasa gadung? Apakah anda tahu singkong? Anda pasti pati apa itu singkong. Tetapi, apakah anda tahu gadung? Nah, sebagian besar mungkin tidak tahu apa itu gadung. Bila pembahasan bisnis keripik singkong kekinian berkaitan dengan rasa gadung, anda mungkin menjadi bingung. Ada apa dengan gadung? Ya, gadung sendiri sejenis tanaman yang buahnya bisa untuk kripik. Karena beracun, buah gadung harus mengalami proses pengolahan yang rumit. Karena ini, buah gadung jarang diminati orang. Ya, rasanya pun kurang enak. Tetapi, mengapa bisnis keripik singkong kekinian dilengkapi dengan rasa gaduang? Nah, karena gadung kalau dimakan terasa renyah hasil pengolahan yang ketat tadi, ini yang menginspirasi cara pengolahan singkong agar menjadi rasa gadung. Kalau singkong langsung digoreng tanpa proses seperti gadung, bisa jadi keripik singkong masih terasa keras.


Di sini, penulis tidak akan menjelaskan bagaimana cara membuat keripik kekinian rasa gadung. Masalah cara membuat, anda bisa melihat di banyak media khususnya Youtube. Di sini, penulis hanya ingin membahas mengenai bisnis keripik kekinian rasa gadung. Dari pembahasan ini, diharapkan anda mendapatkan ide terbaik untuk bisnis keripik singkong kekinian rasa gadung.

Kripik Singkong Harus Renyah Rasa Gadung

Rasa gadung adalah identik renyah. Jadi, bukan rasa singkong berubah menjadi rasa gadung. Mungkin, hasil pengolahan seperti gadung membuat singkong identik memiliki rasa seperti gadung. Tetapi, rasa singkong tetap singkong. Dengan pengolahan keripik seperti gadung, keripik singkong menjadi renyah tentunya. Tetapi, salah satu cara ada yang bisa bikin keripik singkong renyah yakni diberikan kapur sirih dalam perendeman.

Ada suatu kasus penjual keripik singkong. Penjualanya tidak ramai. Padahal, penjualan di tempat yang strategis. Pas dilihat, keripik singkong terlihat keras, tidak renyah. Sudah tidak renyah, potongannya tidak bisa membuat orang tertarik. Potongan yang ideal adalah bulat.

Kenapa kerenyahan dan kekerasan bisa dilihat? Ciri khas keripik singkong yang renyah adalah potongan singkong tipis dan ada gelembung-gelembuh di permukaannya.

Tipisnya potongan singkong biasanya menggunakan alat pemotong yang sudah diukur bisa terpotong tipis-tipis. Untuk itu, anda harus memilih pemotong singkong yang tepat agar bisa menghasilkan potongan singkong yang tipis. Di samping ukuran pemotongannya yang harus bisa menghasilkan keripik singkong yang tipis, alat pemotong pun harus mampu menghasilkan potongan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Nah, inilah yang bisa membuat keripik singkong renyah dan efektif dalam produksi.

Jadi, bila anda ingin laku menjual keripik singkong, harus memperhatikan kerenyahan dan juga tampilan.

Pilih Singkong Besar Dalam Produksi Keripik

Sebaiknya, anda jangan memilih singkong dengan bulatan yang kecil. Di samping kurang menarik, bulatan kecil tidak terkesan renyah. Biasanya, singkong dengan bulatan besar akan terlihat renyah dan juga menarik perhatian. Pada kasus ini, anda bisa memperhatikan keripik singkong olahan pabrik yang memiliki bulatan yang besar karena memilih singkong yang besar juga.

Tentunya, resiko memilih bulatan yang besar adalah bisa mengakibatkan patah sehingga merusak penampilan. Dalam pengelolaan, Anda harus menjaga agar tampilan tidak parah. Mungkin, anda tidak perlu memakai alat yang bisa memotong terlalu tipis pada singkong.

Menampilkan Aneka Rasa Keripik Singkong Kekinian

Keripik singkong bisa disamakan dengan keripik pisang gepok dalam aneka rasanya seperti diberi rasa keju, garam, cokelat atau lainnya yang lebih kekinian. Tetapi, keripik singkong bisa secara khusus diberikan rasa yang tidak diberikan pada keripik pisang gepok seperti memberikan rasa sambal balado, sambal pecel, terasi udang dan lainnya. Pada intinya, keripik singkong harus kekinian dengan mengambil aneka rasa termasuk rasa gadung (taburan bumbu).

Mengapa keripik singkong harus menyesuaikan dengan selera pasar kekinian yakni memberikan variasi rasa kekinian? Tentunya, ini mendasarkan pada kasus penjual keripik singkong yang tidak laku. Penjual keripik singkong yang tidak laku ini tidak memperhatikan variasi rasa kekinian. Padahal, singkong salah satu jenis makanan yang cocok diberikan variasi rasa, sama seperti keripik pisang.

Taburkan Bumbu Setelah Penggorengan Dengan Teknik Pelekatan Bumbu Yang Bertahan Lama

Mungkin anda memiliki ide untuk menaburkan bumbu ketika ada pembeli. Jadi, si pembeli menentukan terlebih dahulu bumbu yang akan ditabur. Tetapi, cara ini tidak efektif. Mengapa? Singkong bukan makanan hasil goreng dadakan. Bila cara ini yang dilakukan, keripik singkong bisa kurang laku. Mengapa? Bisa jadi bumbu tidak menempel sehingga keripik singkong kembali ke rasa alami, tidak ada rasa. Bisa saja pedagang keripik singkong yang tidak laku itu memakai teknik taburan seperti ini. Kalau meniri keripik pisang, mengingat hal yang sama, taburan bumbu justru menggunakan teknik tertentu sehingga taburan cokelat menempel terus sekalipun diolah-olah posisisnya.

Lebih Baik, Kripik Singkong Dibungkus Dalam Penjualan

Walaupun keripik singkong salah satu jenis makanan yang digoreng, bisa masuk dalam jenis makanan gorengan, jangan samakan dengan gorengan pada umumnya. Artinya, keripik singkong jangan samakan dengan gorengan tempe tepung walaupun sama-sama mengunggulkan kerenyahan. Jelas, gorengan tempe tepung bisa dimanfaatkan untuk lauk setiap hari karena sebagai penambah nafsu makan. Kalau keripik singkon tidak bisa untuk kebutuhan lauk. Artinya, penjualan lebih baik menggunakan pengemasan agar bisa awet dalam renyah. Kalau tempe goreng tepung tidak menjadi masalah tidak dibungkus karena dijual bersama gorengan lainnya yang bisa habis dalam waktu seharian. Keripik singkong sulit habis dalam waktu harian jadi membutuhkan pembungkus.

Tentunya, upaya pembungkusan alias pengemasan untuk menarget penjualan ke pasar yang lebih luas lagi. Hal ini perlu dilakukan agar mendapatkan penjualan yang banyak. Anda silahkan menguji penjualan keripik singkong aneka rasa dengan menaget lingkungan sekolah. Anda bisa mengetes, apakah mendapat penjualan banyak? Daripada hanya penyetokan di lingkup sekolah, kenapa anda tidak menambah target penjualan ke pasar yang lebih luas lagi? Hal ini menjadi catatan: produknya berkualitas. Selagi produk keripik singkong berkualitas, anda harus percaya diri bahwa keripik singkong bisa terjual di pasar luas. Tentunya, penjualan bisa dilakukan secara online.

Mencoba Varian Baru, Keripik Singkong Tepung Renyah Dan Gurih Ala Tempe Tepung Goreng Dengan Cocolan Sambal Pecel

Sepertinya, pengusaha warung pecel perlu mencoba variasi ini: bisnis keripik singkong tepung renyah dan gurih ala tempe tepung goreng dengan cocolan sambal pecel. Bagaimanakah kira-kira rasa dan keserasian rasanya? Sepertinya, sambal pecel bisa menjadi temen keripik singkong. Tentunya, keripik singkong harus divariasikan dengan tepung seperti mau membuat tempe tepung goreng. Taburan sambal pecel pada keripik singkong menginspirasi dari taburan sambal balado.


Memang, testur agak keras yang terdapat pada keripik singkong membuat kolaborasinya dengan sambal pecel dianggap kurang tepat. Mungkin bisa diatasi dengan penggorengan keripik singkong yang berbeda. Sebelum digoreng, keripik singkong direbus yang sekiranya bisa untuk dimakan. Lalu mencampurkan ke dalam tepung sebelum digoreng. Nah, nanti kering bersama dengan tepung yang digoreng. Bila seperti ini, mungkin kurang afdol bila disebut keripik singkong. Tetapi setidaknya, ini bisa menjadi alternatif lain dalam pengolahan singkong yang akan berkolaborasi dengan sambal pecel.

Anda membutuhkan sambal pecel untuk taburan keripik singkong goreng tepung? Bisa anda dapatkan di Sambal Bu Kaji kemasan kiolan atau kemasan 200 g.