Bisnis Menu Masakan Sehari Hari Target Santri


Pembahasan bisnis menu masakan sehar-hari ini, penulis memfokuskan untuk lingkungan yang dihuni banyak santri. Memang, ini bisa untuk lingkungan yang ramai masyarakat seperti para pekerja, mahasiswa dan sebagainya. Namun, penulis memilih kalangan santri sebagai sampel walaupun ini sampel yang tidak membatalkan atas sampel lainnya. Pembahasan ini berdasarkan kondisi lingkungan dimana penulis tinggal. Di tempat penulis, banyak santri. Karena banyak santri, banyak juga penjual menu masakan yang lebih untuk kebutuhan sehari-hari para santri. Memang, mereka mendapatkan jatah makan dari pesantren yang mereka huni. Tetapi, mereka merasa perlu untuk menambahkan lauk-pauknya. Hal ini pun dibolehkan pihak pesantrennya apabila berlangganan menu masakan di warung sebelah pesantren.

Santri zaman sekarang tidak seperti santri zaman dahulu. Mereka tidak bisa memasak sendiri mengingat banyak kegiatan belajar yang harus ditempuh seperti sekolah dan kegiatan pondok. Apalagi, santri sekarang sudah malas masak sendiri. Bukan itu saja, pondok pesantren pun memang sudah sengaja mengurusi menu masakan sehar-hari para santri. Jadi, ini menjadi peluang tersendiri dalam bisnis menu masakan sehari-hari.

Penulis ingin membahas seputar bisis menu makanan sehari-hari yang laku terjual di kalangan santri berdasarkan kasus yang ada di lingkungan penulis. Pembahasna ini mungkin tidak bisa menginspirasi untuk anda yang berada di sekeliling pesantren tetapi tidak berbaur di lingkungan penjual seperti yang ada dilingkungan penulis. Tetapi, bisa menjadi inspirasi bagi penjual yang berada di sekitar kawasan kos-kosan mahasiswa atau pekerja. Yang jelas, penulis ingin membahas bisnis menu makanan sehari-hari yang laris berdasdarkan strategi umum.

Berikut beberapa langkah memanfaatkan lingkungan santri untuk membuka bisnis menu masakan sehari-hari untuk kebutuhan mereka.

1. Membangun Warung Jajanan

Apakah boleh sekedar menghadirkan menu masakan sehari-hari dalam bisnis yang menarget santri? Hal ini perlu pembahasan berdasarkan perbandingan. Ada satu warung menu makanan sehari-hari yang berfokus hanya menjual menu masakan saja. Hasilnya bagaimana? Memang, penjualan bisa didapatkan. Tetapi, anda bisa melihat perbandingan dengan tetangga sebelah membangun bisnis warung masakan sehari-hari dengan cara yang berbeda yakni mengkolaborasikan dengan jajanan lainnya. Hasil penjualan terbaik yang mana? Justru warung menu masakan yang dibarengi jualan jajanan sehari-hari yang unggul. Banyak santri yang berdatangan menikmati makan siang, sore bahkan malam setelah selesai mengaji. Tentunya, warung itu menyediakan tontonan televisi, penjualan lebih bagus lagi walaupun santri dibatasi dalam menikmati makanan di warung.

Pembahasan di atas berlaku untuk bisnis masakan sehari-hari yang diperuntukan kalangan anak kos. Tentunya, menu makanan sehari-hari harus diseluaikan dengan umur mereka.

2. Membolehkan Hutang

Biasanya, para santri menikmati menu masakan sehari-hari dengan pembayaran bulanan. Artinya, ketika orang tua memberikan uang bulanan, santri akan membayar. Santri boleh makan, minum dan makan jajan lainnya tanpa perlu bayar dimuka alais boleh berhutang. Biasanya pemilik warung memiliki buku catatan tersendiri. Tiap bulan santri akan membayar.

Memang, sistem hutang untuk santri memiliki resiko sendiri yakni ketika santri tidak kembali lagi ke pondok pesantren. Bayangkan, bagaimana bila santri meninggalkan hutang lebih dari 100.000? Bagi penjual kecil, ini cukup merugikan penjualan. Untuk menghindari resiko, biasanya santri dimintai restu orang tuanya oleh pihak pemilik warung agar bisa mengontrol jajanan dan pembayaran.

3. Warung Tetap Untuk Umum

Bisnis menu makanan sehari-hari biarlah diperbanyak untuk kalangan santri. Tetapi, karena bisnis menu makanan sehari-hari bernaung dalam warung untuk jajanan dan lainnya, ini diperbanyak, dimaksimalkan untuk kalangan umum. Artinya, si pemilik warung mendapatkan dobel keuntungan. Anda bisa membandingkan tingkat penjualannya bila hanya berfokus ke salah satunya. Yang jelas, warung umum yang menyediakan spesial menu masakan sehari-hari memang memiliki tinggat penjualan yang lebih bagus dibanding yang tidak seperti ini.

4. Menyediakan Menu Yang Diminati Santri

Pembahasan menu masakan sehari-hari khusus yang diminati santri ini adalah berdasarkan pengalaman yang pernah penulis lihat. Tentunya, tidak semua menu makanan diminati para santri. Para santri biasanya menginginkan makanan yang lebih bersifat kekinian, gurih dan bergizi. Anda perlu memperhatikan menu masakan yang akan dinikmati para santri sehari-harinya. Bila tidak, mereka cenderung enggan memilih ke salah satu menu masakan yang dianggapnya kurang atau tidak enak.

Berikut beberapa menu masakan sehari-hari yang perlu dihadirkan dalam bisnis rumahan dengan target market santri.

• Rujak

Rujak bisa dikatakan adalah nama lain dari pecel. Penulis masih belum mengerti antara rujak dan pecel padahal terbuat dari bahan yang sama dengan sayuran yang sama. Apalagi rujak dadakan yang mirip sekali dengan pecel karena ada taburan sambal alias bumbu pecel yang berbeda dari rujak ulekan. Walau demikian, penulis mengambil sebuah kata rujak untuk hidangan yang ditaburi sambal kacang.

Menu masakan rujak memang digemari untuk para santri cewek. Mereka akan membeli menu masakan ini untuk dibawa ke asrama pesantren, tidak dimakan di tempat pembelian. Kecuali santri cowok, mereka akan menikmati di teras yang sudah disediakan. Cowok memang tidak merasa risih bila berkumpul di halaman teras.

• Rumbah

Rumbah sebenarnya semi rujak. Hanya saja, tingkat kepedasannya jauh lebih tinggi. Juga, pemberian kacangnya tidak banyak. Kalau dimakan tidak akan terasa pedas. Bahkan ada jenis rumbah yang tidak memakai kacang dalam pembuatan sambal. Nah, rumbah adalah salah satu menu masakan sehar-hari yang diminati para santri, baik cewek atau cowok. Ini menjadi menu tambahan sebenarnya seperti halnya rujak. Di pondok pesantren sendiri sudah menyediakan menu masakan. Hanya saja, pondok pesantren membolehkan bila santri menikmati menu masakan sehari-hari dari warung sebelah.

Makanan jenis rumbah dan juga rujak sebenarnya bisa disejajarkan dengan pecel sayur. atau, keduanya memang sejenis pecel hanya berbeda nama. Menurut penulis, memang, dikalangan jawa, nama hidangan di atas bisa disebut pecel. Tetapi, di daerah lain mungkin bernama yang berbeda yakni rumbah dan rujak.

• Bakwan atau Cipeng

Cipeng atau bakwan beda-beda tipis. Maka dari itu, ini dijadikan satu pembahasan. Gorengan jenis ini memang sulit tersaingin dengan makanan gorengan baru. Bahkan, jenis gorengan ini paling laku diantara jenis gorengan lainnya. Menurut penilaian penulis memang seperti ini. Di samping rasanya yang gurih, gorengan bisa menjadi teman yang pantas untuk

• Semur Telur atau Dadar

Telur semur menjadi pilihan menu masakan sehari-hari untuk para santri. Biasanya, mereka membutuhkan masakan telur untuk memenuhi gizinya. Walaupun mahal, tetapi, sebagian santri memang memiliki tingkat ekonomi keluarga yang matang sehingga makanan bergizi berharga mahal sudah menjadi hal yang biasa.

Bagaimana dengan telur dadar? Ini juga diminati para santri. Biasanya, mereka akan mencocol dadar dengan saos.

• Mi Instan

Nah, mi instan menjadi idola lainnya di antara menumasakan sehari-hari lainnya. Hanya saja, mi instan bukan termasuk menu masakan yang memang memenuhi prinsip pengolahan bahan dan bumbu. Mi instan dianggap olahan yang memang instan, hanya merebus mi instan saja. Taburan bumbu tidak mengalami pemasakan. Bisa dikatakan mi instan sejenis semi masakan. Masih dianggap sebagai bagian dari menu masakan sehari-hari khususnya untuk santri. Bahkan, warung yang tidak menyediakan mi instan dianggap kurang pas.

• Ayam Krispi

Ayam krispi menjadi incaran tersendiri. Tentunya, harga jualnya jauh lebih mahal, sepadan dengan telur semur. Pengolahannya sederhana, cukup menggunakan tepung yang biasa dipakai untuk membuat lapisan krispi. Untuk bumbu penyedapnya, tentunya menggunakan bumbu yang biasa untuk membuat sup ayam. Anda tidak akan mengecewakan para santri dengan olahan ayam krispi seperti ini karena rasanya yang bisa dikatakan sepadan dengan ayam krispi yang banyak dijual di jalan-jalan.

Sebenarnya, masih banyak konsumsi menu masakan sehari-hari yang dibutuhkan untuk para santri. Juga, di dalam warung terdapat jajanan ringan yang memang sebagai teman dalam menyantap menu masakan sehari-hari.