Bisnis untuk Mahasiswa Aneka Makanan


Mengapa mahasiswa bisnis? Tentunya, ia ingin membangun pengalaman mendapatkan penghasilan sendiri. Dengan berbisnis, mahasiswa tetap bisa menjalani aktifitas kuliah. Lalu bisnis apa yang cocok untuk mahasiswa? Bisnis untuk mahasiswa pada dasarnya banyak. Terpenting, bisnis untuk mahasiswa mementingkan keamanan kuliah, tidak mengganggu kegiatan perkualiahan. Hal ini akan menentukan cara bisnis mahasiswa yang bisa berbeda dengan bisnis orang kantoran atau mereka yang bergelut dalam dunia bisnis. Bisnis untuk mahasiswa menggunakan teknik manajerial yakni si mahasiswa membangun sistem operasional yang memungkinkan bisa meninggalkan bisnisnya untuk kebutuhan menjalani kegiatan perkuliahan.


Di sini, penulis ingin memfokuskan bisnis untuk mahasiswa yang berhubungan dengan aneka makanan. Dalam dunia kuliner, bisnis untuk mahasiswa masih memiliki tempat bahkan banyak. Salah satu yang bisa dicontoh adalah bisnis cemilan ala Kaisang yakni bisnis naget pisang. Bisnis ini masih cocok untuk dijalankan mahasiswa. Pada dasarnya, segala macam bisnis, bila menguntungkan untuk mahasiswa, bisa dijalankan walaupun memang menarget anak kecil. Tetapi, idealnya, biar selaras dengan jiwa pemuda, mahasiswa bisa mengambil bisnis makanan yang memang diminati kalangan anak kampus.

Di sini, penulis akan menyusun beberapa tips bisnis untuk mahasiswa dengan fokus bisnis makanan. Untuk masalah jenis bisnis makanan untuk mahasiswa, bisa diserahkan pada masing-masing mahasiswa dikarenakan tidak bisa dijelaskan semua disini. Berikut beberapa tips bagaimana bisnis untuk mahasiswa agar mereka bisa berkuliah sambil menjalankan bisnis.

Kerja Tim Bisnis Mahasiswa

Mahasiswa biasanya senang berdiskusi, dalam hal ini bisa berdisukusi dalam hal bisnis untuk mahasiswa. Maka, alangkah baiknya, bila mahasiswa ingin membangun bisnis, seharus bekerjasama dengan mahasiswa lainnya. Tentunya, ini mengukur pada kondisi bisnis. Bila mengharuskan bekerjasama dengan mahasiswa lainnya, mahasiswa bisa melakukan kerjasama pada mahasiswa lainnya yang selaras atau semisi dengan bisnis untuk mahasiswa. Tetapi, bila tidak bisa, biasanya bisnis secara online, mahasiswa tidak perlu bekerjasama.

Memilih Produk Makanan Yang Simpel

Mahasiswa sibuk dengan urusan perkuliahan. Maka dari itu, bisnis untuk mahasiswa harus mementingkan pengelolaan produk yang simpel. Tentunya, pengertian simpel tidak mengharuskan membeli produk ke suplier. Si mahasiswa memilih produk yang memang bisa simpel di olah seperti makanan pecel ayam sejenis pecel lainnya. Dengan memilih makanan yang simpel diolah, ketika mengandalkan tenaga orang lain, mereka bisa menjalankan bisnisnya dengan mudah. Mungkin, sebagai pihak pengelola bumbu, mahasiswa itu sendiri. Tetapi, dalam menjalankan operasional bisnis, orang lain yang menjalankannya. Walaupun menuntut untuk mengelola bumbu, tentunya harus mementingkan kesimpelan.

Memilih Bisnis Yang Dijalankan Malam Hari

Bisa jadi, mahasiswa dan teman-temannya berkeinginan membuka usaha bersama yang dijalankan malam hari. Mereka berkeinginan menjalankan atau mengurusi operasional setiap harinya, tidak membutuhkan orang lain dalam mengerjakan bisnis untuk mahasiswa. Bila seperti ini, solusi yang harus dilakukan adalah memilih bisnis makanan yang dijalankan malam hari. Hal ini untuk memfokuskan perkuliahan di siang hari. Persiapan dilakukan di sore hari sekaligus membuka usaha. Memang, mahasiswa tidak harus mengikuti beberapa kesibukan yang mengganggu bisnis sebagai konsekuensi memfokuskan diri dalam bisnis.

Walaupun tidak menjelaskan secara spesifik makanan dalam tips bisnis untuk mahasiswa, tetapi penulis perlu memberikan contoh produk yang biasa dijual di malam hari.

1. Martabak
2. Pecel Ayam/Lele
3. Nasi Goreng
4. Mi Goreng

Contoh di atas hanya sebagian kecil jenis bisnis untuk mahasiswa yang biasanya dijual di malam hari.

Membangun Manajemen Bisnis Yang Meringankan Kegiatan Mahasiswa

Bisnis untuk mahasiswa harus dibangun dengan manajemen yang bisa meringankan kegiatan mahasiswa. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bisnis untuk mahasiswa sebaiknya bergaya manajerial yakni menggunakan manajemen tertentu dalam menjalankan bisnis. Bila seperti ini, bisnisnya akan memiliki keseriusan dalam operasional yang mana mahasiswa tidak perlu ikut terlibat secara langsung. Adalah hal mahasiswa bila ingin bekerja untuk bisnisnya. Tetapi, kondisi sibuk perkuliahan membuat mahasiswa tidak bisa bekerja maksimal dalam mengurusi bisnis yang menuntutnya bekerja setiap hari. Maka dari itu, anda perlu membangun manajemen, dalam hal ini manajemen operasional yang dikhususkan.

Bertempat Di Keramayan Anak Muda

Bisnis mahasiswa memang seharusnya berhubungan dengan anak muda. Dalam hal ini, bisnis hadir di lingkungan alias kawasan yang sering menjadi target keramayan kalangan anak muda. Memang, pencarian lokasi dianggap cukup sulit. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kesuksesan bisnis dipengaruhi juga dengan lokasi. Salah lokasi bahkan bisa membuat bisnis bisnis berjalan sukses.

Paling mudah memilih tempat adalah memilih kios atau tempat jualan yang memang sudah terkenal ramai. Anda bisa memilih tempat yang kosong. Tentunya, jauh lebih baik bila anda menyewa. Tempat jualan tidak ada yang gratis, sekaliun anda mengandalkan trotoar untuk membangun bisnis untuk mahasiswa.

Tentunya, tempat bisnis untuk mahasiswa harus nyaman dari hujan dan hal lainnya yang mengganggu. Barangkali, si mahasiswa mengurusi beberapa tugasnya di tempat bisnisnya.

Tidak Perlu Meng-Online-Kan Bisnis, Alasannya

Mahasiswa mengurusi bisnisnya sendiri. Tentunya, banyak waktu untuk mengurusi bisnis. Hal ini yang bisa mengganggu perkuliahan. Untuk itu, anda menjalankan malam hari. Bila menjalankan bisnis di malam hari, ini menjadi kesulitan sendiri. Di samping pemilik ojeg online sudah pada pulang ke rumah bila malam hari, juga tidak bisa dijalankan dengan waktu yang kurang. Maka dairi itu, anda tidak perlu meng-online-kan.

Justru pekerjaan anda akan semakin repot bila secara online laris-manis. Tidak mustahil juga, anda menambah stok. Pekerjaan anda akan semakin lelah. Kecuali, anda sudah memiliki tim yang siap dengan mengerjakan kesibukan yang biasa dilakukan anda, bisa dijalankan secara online. Tentunya, bisnis makanan tidak menargetkan penjualan di luar kota bahkan di luar kecamatan. Dengan menggunakan layanan.

Aktif Bersosial Media

Bisnis yang produknya diolah sendiri dan memiliki tempat yang “menjual” dalam bisnis untuk mahasiswa, maka harus di marketingkan dengan media sosial. Bukan ditakatan harus, tetapi, memang dianjurkan untuk memperkenalkan diri karya sebuah bisnis mahasiswa. Ya, bisnis yang mengandalkan produknya sendiri berarti bisnis yang menghadirkan karya. Anda akan merasa perlu untuk memperkenalkannya ke banyak orang. Cara efektif tentu lewat media sosial. Tentunya, media sosial adalah media yang menghubungkan dengan teman-teman mahasiswa agar nantinya mereka tahu seputar bisnis mahasiswa. Tidak menutup kemungkiann, teman sosial media akan mampir di tempat bisnis mahasiswa.

Tentunya, mahasiswa harus paham mengenai aturan mengenai iklan di media sosial seputar produk bisnisnya. Pada intinya, segala sesuatu yang berlebihan, dalam hal ini beriklan bisnis produk, tentu tidak baik. Tidak baiknya, mahasiswa hanya berniat berjualan tetapi tidak berniat menjalin komunikasi. Ini cara yang salah. Begitu juga segala yang kurang, tidak baik juga untuk kelancaran bisnis anda. Anda harus bisa kreatif, mengatur jadwal iklan di sosial media.