Jualan Di Kantin Sekolah Sistem Kerjasama


Bagaimana jualan di kantin sekolah? Kali ini, penulis ingin berbagi cara jualan di kantin sekolah berdasarkan pengalaman keluarga penulis. Kebetulan, adik penulis memiliki kantin di sekolah. Beberapa orang yang memiliki keahlian dipersilahkan menyetok hidangan jajanan anak sekolah. Karena itu, ibu memanfaatkan ini dengan mengurusi makanan-makanan atau jajanan untuk keburuhan anak sekolah. Karena kantin sekolah berada di sekolah menengah ke atas, jajanan anak sekolah yang dihadirkan sekedar pemenuhan mereka ketika lapar yaitu nasi dan pendampingnya yaitu bakwan. Ya, ibu penulis menaruh beberapa makanan di kantin milik anaknya.


Tentunya, kasus pengalaman ibu penulis dalam berjualan di kantin sekolah dengan memakai sistem kerjasama bisa dilakukan oleh anda dengan mengandalkan produk unggulan anda. Tidak melulu harus sama dengan apa yang ibu penulis alami, anda bisa berkreasi membuat jajanan anak sekolah yang akan dijul di kantin sekolah.

Tetapi, untuk masalah tips, penulis ingin menghadirkan bagaimana memanfaatkan kantin sekolah untuk jualan produk anak sekolah dengan sistem kerjasama.

1. Pastikan Ada Peluang Untuk Kerjasama Jualan Di Kantin Sekolah

Seperti kasus ibu penulis yang disediakan tempat alias kantin sekolah oleh anaknya. Dengan begini, ibu dengan senang hati membuat beberapa produk jajanan makanan untuk di stok di kantin sekolah. Tentunya, anda bisa jualan di kantin sekolah bila memang ada kesempatan untuk melakukan penyetokan. Bisa dianggap, anda tidak perlu menggangu jualan produk mereka yang ada di kantin, di samping waktunya yang terbatas, hal ini bisa menambah stok produk yang berpotensi berlebihan dalam penyediakan stok produk.

2. Produk Jajanan Anak Sekolah Harus Buatan Sendiri

Bagaimana ceritanya anda menghadirkan jajanan anak sekolah untuk ditaruh di kantin sekolah tetapi anda membeli jajanan itu di pasar? Hal ini langkah yang konyol walaupun, ini masih bisa dimaklumi bila menganut cara pandang pemahaman bisnis secara umum. Tetapi, apa yang anda lakukan adalah memanfaatkan kantin sekolah untuk menaruh aneka jajanan anak sekolah dari anda. Tentunya, anda menghadirkan makanan jajanan anak sekolah sendiri, hasil buatan sendiri.

Misalkan, anda berkeinginan menjual pecel nasi-sayur di kantin sekolah untuk sekelas anak sekolah. Anda harusnya mengolah pecel sendiri sebagai bentuk produk rumahan anda yang akan dijual di kantin sekolah. Walaupun demikian, anda bisa memanfaatkan bahan lain hasil membeli seperti kebutuhan sambal pecel dari Sambal Bu Kaji sebagai taburan untuk nasi-pecel. Terpenting, fokus anda menghadirkan produk olahan walaupun kebutuhan sambal pecel berasal dari Sambal Bu Kaji.

3. Tidak Perlu Stok Banyak, Sesuaikan Dengan Tingkat Pembelian

Jajanan anak sekolah yang tersedia di kantin sekolah tentu bervariasi. Hal ini tidak lantas terjual semua di dalam waktu istirahat yang terbatas. Dalam hal ini, anda harus mengkonsultasikan stok produk jajanan anak sekolah pada si pemilik kantin mengenai stok produk yang bisa disediakan. Memang, si pemilik kantin tidak akan mengalami kerugian dengan tidak terjualnya produk jajanan anak sekolah yang anda taro. Tetapi, ini bisa mengganggu produk lain milik si pemilik kantin sekolah. Bagaimana bila stok produk jajanan anak sekolah justru lebih memilih produk buatan anda dan mengabaikan produk milik kantin sekolah? Hal ini bisa mengakibatkan kerugian bagi pihak pemilik kantin. Pemilik kantin juga harus berurusan dengan biaya sewa sehingga membutuhkan manajemen stok produk yang matang.

4. Menentukan Pembagian Keuntungan

Prinsip penumpang tempat jualan adalah tidak menuntut si pemilik tempat, dalam hal ini pemilik kantin sekolah, bertanggungjawab atas keuntungan penjualan. Keuntungan penjualan menjadi tanggungjawab si pemilik produk yang ikut nampung produk di kantin sekolah. Salah besar bila si pemilik kantin sekolah dituntut tanggungjawab. Bila jajanan ada yang tidak terjual, ini sudah menjadi resiko. Kewajiban yang menyediakan tempat hanya melayani si pembeli dan menjaga pemasukan yang sudah ada. Karena nantinya, si pemilik kantin sekolah membagi-hasil hasil keuntungan. Produk jajanan yang tidak laku tentu diserahkan lagi pada si pemilik bila memang tidak dimungkinkan lagi untuk dijual.

Penentuan keuntungan harus ditetapkan. Namun sebelum penetapan, anda harus menghitung keuntungan modal yang harus dikeluarkan untuk per bijinya. Tidak lupa, pengeluaran lain harus dihitung. Nantinya, anda bisa menentukan keuntungan yang harus dibagi pada si pemilik kantin sekolah. Jangan sampai asal membagi kentungan karena bisa merugikananda sendiri.

5. Memilih Jajanan Yang Dianggap Laku dan Simpel

Anda sebelumnya sudah mengetahui jajanan yang paling laku untuk anak sekolah. Misal, di daerah anda, pecel nasi-sayur adalah jajanan mengenyangkan yang paling laku untuk anak sekolah. Maka, anda bisa menghadirkan jajanan itu. Tentunya, ini jajanan untuk mengenyangkan perut. Karena pecel biasanya tidak simpel, yakni harus ada yang mengurus-urus, lebih baik anda sudah menyiapkan hidangan pecel yang siap tabur. Jadi, anda menyiapkan wadah terlebih dahulu untuk menyiapkan sayur dan lainnya dalam satu wadah. Masalah sambal, anda bisa menggunakan plastik. Cara seperti ini memang simpel tetapi mahal dalam pengemasan bila berurusan dengan kemasan. Namun pada intinya, anda bisa mengambil jajanan yang laku dan simpel.

6. Jajanan Harus Sehat

Walaupun masih agak bingung mengenai bisnis jajanan makanan sehat, setidaknya anda harus menyiapkan jajanan sehat untuk anak kecil. Ya, kantin sekolah ada yang sudah menerapkan kantin sehat. Anda bisa mengupayakan membuat makanan sehat dalam arti tidak mengandung bahan berbahaya yang akan di tampung dalam kanting sekolah. Dan, memang anda harus membuat makanan yang memang tidak membahayakan. Banyak jajanan anak sekolah dasar yang mengandung bahan yang membahayakan sehingga seketika itu juga bisa bikin sakit perut dan sebagainya.

7. Stok Jajanan Makanan Ringan Jauh Lebih Aman

Ada kasus, dagangan ibu penulis tidak laku banyak. Jajanan yang tidak laku adalah nasi yang kebutuhannya untuk para siswa. Nasi yang dihidangkan memang kurang menarik, cenderung terlihat kurang enak. Kebetulan, nasi dibawa pulang malam. Untungnya, nasi masih belum basi. Untung, gorengan terjual banyak. Kondisi produk yang tidak laku ini bisa berpotensi basi bila terlewat satu atau dua hari.

Padahal, kalau jajanan ringan kering, bisa saja bertahan sampai satu minggu. Jadi, kalau di hari ini banyak jajanan yang tidak terjual, bisa mendapatkan kesempatan terjual habis besok atau lusa hari. Maka dari itu, anda lebih mementingkan menjual makanan kering atau makanan yang tidak memiliki batas basi yang cepat.

8. Mengandalkan Beberapa Kantin Sekolah Untuk Penambahan Pemasukan

Mungkin, cara mencari kantin sekolah agak sulit. Tentunya, pemilik kantin sekolah pun memikirkan persoalan siapa yang bisa diajak kerjasama. Tetapi, ini persoalan lain yang tidak akan menjadi pembahasan di sini. Fokusnya, anda mengandalkan beberapa kantin sekolah yang pemiliknya memang sudah menjalin pertemanan. Dengan mengandalkan beberapa teman pemilik kantin atau dikenalkan, anda bisa membangun jaringan tempat jualan jajanan anak sekolah mengandalkan kantin.