Harga Pecel Di Warung Pecel Bu Kaji Murah


Pecel yang ada dalam warung Bu Kaji adalah kepanjangan usaha Sambal Bu Kaji. Pada awalnya, sambal bu kaji masih berfokus pada penjualan sambal pecel. Sekarang, usaha milik Ibu Maya dan Mbah Kaji melebarkan pada usaha warung pecel. Jadi, bumbu atau sambal dari pecel yang dijual menggunakan olahan sambal sendiri. Hal ini juga yang menjadi alasan mengapa pecel di warung pecel Bu Kaji memiliki harga murah.


Mengapa warung Bu Kaji menghadirkan harpa pecel yang murah? Hal ini sesuai dengan tagline, “Sedhep Orang Kudu Larang”. Jadi, pecel Bu Kaji yang difokuskan adalah sedap alias enak dimakan. Bila sedap atau enak dimakan bisa dengan harga murah, kenapa harus mematok harga yang mahal? Memang, rata-rata atau sebagian besar penjual memberikan harga murah pada pecel karena kecuali ada tambahan seperti telor atau daging yang membuat mahal. Selagi bahan-bahanya terdiri dari nasi, sayur dan rempeyek, sepertinya harga pecel tidak perlu mahal. Karena itulah, mutak bagi Ibu Maya, pengelola warung pecel Bu Kaji, menetapkan harga pecel yang murah.

1. Warung Pecel Bu Kaji Berani dalam Tagline “Sedhep Orang Kudu Larang”

Tagline ini muncul setelah beberapa kali mendapatkan penghargaan, baik dari lembaga inkubasi, pameran dan lainnya. Apalagi, sambal pecel Bu Kaji sudah mendapatkan review dari pakar kuliner bahwa cita-rasa sambalnya memang stabil, artinya kesedapan alias kenikmatannya tetap bertahan. Ketika sambal Bu Kaji untuk kebutuhan campuran pecel, bai pecel sayur, pecel nasi+sayur dan lainnya, tagline “Sedhep Orang Kudu Larang” memang layak dihadirkan. Tagline ini juga hadir di tengah lalu-lalangnya para pelangggan dan ojol mendatangi warung Bu Kaji untuk menikmati pecel.

Jadi, tidak ada alasan bahwa pecel di warung Bu Kaji berharga mahal dengan beberapa alasan. Juga, tidak ada alasan harga murah yang disuguhkan warung Bu Kaji tidak memiliki rasa yang sedap. Keduanya harus hadir dalam makanan pecel warung Bu Kaji. Tentunya, tagline “Sedhep Orang Kudu Larang” bukan sekedar tagline melainkan gambaran sebuah pecel dan harga di warung Bu Kaji.

2. Harga Murah Pecel Di Warung Pecel Bu Kaji Pertahankan Tradisi Warisan Kuliner

Apakah seharusnya makanan tradisional warisan nenek moyang berharga murah? Sebenarnya, tidak harus seperti ini. Tetapi, idealinya, makanan tradisional warisan nenek moyak berharga murah. Walaupun murah, ini tidak mengurangi kualitas makanan. Lagi pula, bahan dasar membuat makanan tradisional seperti pecel tidak membutuhkan bahan yang rumit. Mengapa? dahulu kala nenek moyang hanya membuat makanan sederhana tanpa mencampurkan bahan-bahan aneh. Seperti halnya pecel, paling hanya berisi sayur, rempeyek, ayam dan nasi. Di sini tidak menggunakan bahan-bahan lain yang mahal didapatkannya sehingga membutuhkan harga jual yang mahal.

3. Kesan Merakyat Pada Pecel Harga Murah

Harga murah pada pecel akan membuat orang berpandangan bahwa pecel memang merakyat. Ya, masyarakat kita memang cenderung melabelkan kata “merakyat” pada makanan yang memiliki harga murah. Konyol memang. Tetapi, itulah cara pandang sebagian masyarakat. Arti merakyat pada makanan adalah makanan bisa dibeli oleh segala lapisan masyarakat. Tentunya, bila ingin dibeli banyak masyarakat, harga harus murah. Kalau harga mahal, mereka yang berduit saja yang menikmati makanan. Jadi, harga mahal pada pecel tidak diidentikan merakyat. Jadi, warung Bu Kaji menghadirkan pecel dengan harga murah untuk menghadirkan pecel yang merakyat.