Bisnis Gorengan Modal Kecil Laku Setiap Hari


Bagaimana cara bisnis gorengan modal kecil yang bisa laku setiap saat? Memang, bisnis gorengan memang jauh lebih berat daripada menjual masakan yang tidak maksimal memanfaatkan minyak goreng. Pasalnya, gorengan membutuhkan minyak yang batas penggorengannya memiliki batas.

 
Sumber: detik.com
 

Minyak goreng tidak boleh digunakan untuk beberapa kali penggorengan sampai menghitam. Jelas, kalau sudah menghitam, harus diganti. Tetapi, banyak pelaku usaha gorengan yang enggan membuangnya. Kalau cepat mengganti minyak goreng, jelas, butuh modal membeli minyak goreng yang mengurangi keuntungan.

Belum lagi, masalah kadaluarsa produk gorengan, hal ini yang membuat bisnis gorengan perlu memiliki langkah-langkah yang terbaik agar menghasilkan penjualan setiap hari yang berpotensi menguntungkan. Menghasilkan penjualan setiap hari tidak selalu bisa menguntungkan. 

Jadi, perlu ada upaya yang berpotensi menguntungkan. Tentunya, melihat contoh pedagang lain bisa menjadi langkah strategis, sekalipun jangan ada persaingan di area terdekat.

Lebih Baik Memilih Produk Gorengan Yang Sedang Diminati Banyak Orang

Mungkin anda mahir membuat gorengan. Tetapi, alangkah baiknya, anda melakukan riset, apakah gorengan yang anda buat diminati banyak orang. Tentunya, untuk menentukan gorengan diminati atau tidak, bergantung target pasar yang akan dituju untuk penjualan. 

Gorengan bakwan memang banyak yang menyukai. Tetapi, penilaian minat atas produk gorengan tidak berdasarkan target market yang akan dituju. 

Sehaursnya, anda menilai berdasarkan market yang ada disekitar lingkungan anda, jika ingin berjualan di sekitar ini. Apakah orang disekitar anda menyukai bakwan cipaan anda sebelum menyediakan tempat penjualan?

Target penjualan gorengan alangkah baiknya menarget anak sekolah atau anak kecil terlebih dahulu. Setidaknya anak-anak dan remaja. Jangan melirik bisnis gorengan yang lebih condong ke orang tua sekalipun makanan gorengan kekinian.

Sebagai contoh gorengan untuk anak-anak dan remaja adalah otak-otak, naget, cimol, ayam geprek, tahu krispi dan sebagainya. Yang jelas, makanan gorengan adalah makana yang diproses dengan cara digoreng sehingga apapun jenis produknya, asalkan menggunakan proses penggorengan, sudah dianggap makanan gorengan.

Menjual Gorengan Ada Baiknya Berdampingan Dengan Minuman

Bisnis penjualan gorengan yang memadukan dengan minuman, adalah bisnis yang memang memiliki tempat pangkalan semacam kios. Kalau tidak ada kios, tentunya, tidak bisa berdampingan dengan minuman. 

Padahal, potensi keuntungannya bisa berlibat bila memang melibatkan minuman. Biasanya, pembeli akan melakukan dua hal: membeli makanan, tentunya disertai minuman. Ketika anda hanya menyediakan gorengan, di saat mereka membutuhkan minuman, mereka akan membeli minuman di tempat lain. 

Padahal, dua penjualan bisa saja terjadi. Ketika mereka membutuhkan makanan dan minuman sekaligus, tentunya, keuntungannya dobel.

Jangan Menggunakan Minyak Goreng Yang Sudah Menghitam

Banyak pelaku usaha kecil yang memang tetap memakai minyak goreng yang sudah menghitam. Memang, tujuannya menghemat. Tetapi, percuma saja bila memang mengurangi jumlah pembeli. 

Sebagian orang merasa jijik membeli gorengan yang minyaknya sudah menghitam. Ini bukan tentang sehat atau tidak. Bila minyak sudah menghitam, tentunya, kesan gorengannya jorok. Ini jelas bisa merugikan.

Pilihlah Bisnis Gorengan Yang Bisa Digoreng Sebelum Penjualan

Kelemahan bisnis gorengan memang pengelolannya bisa lama. Sebagai contoh, penjualan kentang goreng. Nah, penggorengan untuk kentang bisa lama. Padahal, menggoreng ketang harus mendadak yakni ketika ada pemesan. 

Bagaimana bila ada 10 pembeli? Tentunya, antriannya bisa cukup lama karena ada keterbatasan tenaga kerja dan alat penggorengan. Akhirnya, percuma saja menghasilkan banyak penjualan bila proses memasaknya bisa antri lama.

Maka dari itu, anda bisa memilih produk gorengan yang bisa digoreng sebelum penjualan sebagai fokus bisnis gorengan.