Bisnis Hotang dan Corndog Yang Laku Tiap Hari


Kali ini ingin membahas staudi kasus bisnis hotang dan corndog yang laris di kompek rumah perkampungan. Tentunya, pembahasan ini dengan pengecualian pada wilayah. Tidak semua wilayah bisa menerapkan bisnis hotang dan cordong yang laku setiap hari. 

 
Sumber gambar: Kompas.com
 

Bisa saja, tetapi, belum tentu bisa mendapatkan penjualan yang bagus.

Studi kasus bisnis hotang dan cordog berasal dari bisnis yang dilakukan oleh salah seorang guru honorer. Kebetulan usahanya di rumah, yakni rumah perkampungan.

Mengapa membahas hotang sekaligus corndog? Hal ini berdasarkan jajanan yang lagi viral di koera, kalau tidak salah. Karena itu, membahas hotang tidak lengkap bila tidak membahas corndog.

Begitu juga sebaliknya, membahas corndong tidak lengkap bila tidak membahas hotang. Dan tentunya, jajanan kedua ini bentuknya sama, prosesnya sama, isi dalamanya sama, dan mungkin bahannya sama.

Tetapi, si guru honoer dalam pembuatan dua hal itu memakai adonan yang sama. Bedanya, tentu antara diberi kentang dan tidak.

Bagaimana cara bisnis hotang dan corndog agar bisa laku setiap har?

1.    Memilih Bahan Pembuat Hotang dan Corndog Yang Sudah disediakan Pasar

Keunggulan sebuah produk makanan adalah konsistensi menerapkan resep makanan. Jangan sampai ada perubahan rasa, salah satunya. Bila tidak mau ada perubahan rasa, bisa menggunakan bahan yang sudah dikelula oleh orang lain. Sebagai contoh, mengandalkan suplier tepung khusus untuk pembuatan condrog dan hotang.

2. Menyediakan Aneka Pilihan Produk Gorengan Corndong dan Hotang

Dalam studi kasus guru honorer yang sukses menjalankan bisnis hotang dan corndog, ia melakukan penyedian berbagai aneka pilihan gorengan. Tentunya, aneka gorengan ini masih satu bahan utama yakni menggunakan tepung khusus pengolahan corndog dan hotang.

Berikut aneka pilihan produk gorengan corndog dan hotang.

-    Corndong toping cokelat
-    Corndog sosis
-    Corndog sosis full moza
-    Corndog sosis-moza
-    Hotang sosis
-    Hotang sosis full moza
-    Hotang sosis-moza

Bukan sekedar corndog atau hotang yang dihadirkan sebenarnya. Ada beberapa lagi varisi produk dalam tempat penjualan. Karena sedang membahas corndog dan hotang, fokus variasi produknya hanya pada kedua produk ini.

Tentunya, variasi sederhana tanpa mengganti bahan utama sudah cukup menghasilkan penjualan yang bagus.

3. Menggunakan Kemasan Kekinian

Hotang dan corndog adalah sejenis makanan atau jajanan kekinian. Jadi, masalah kemasan juga harus menyesuaikan. Biasanya, banyak suplier yang menyediakan kemasan kekinian.

Tentunya, pemilihan kemasan kekinian mengharuskan sesuai dengan kondisi produk.

Tidak hanya menyesuaikan dengan produk, kemasan juga sekiranya bisa aman untuk dibawa jarak jauh.

4. Memiliki Pekerja yang Kuat dan Cekatan

Guru honoer yang memiliki usaha bisnis corndong dan hotang memiliki satu karyawan. Bayangkan, bagaimana kondisi fisik si karyawan menghadapi banyak pembelian setiap harinya? Padahal, proses pembuatan corndog dan hotang harus dadakan. Prosesnya tidak sekali bungkus. Perlu proses penggorengan.

Kalau memiliki karyawan yang lemah dalam bekerja, tentu ini bisa mengacaukan sebuah bisnis corndog dan hotang.

Memiliki karyawan yang kuat, bisa mempengaruhi tingkat penjualanya. Artinya bisa laku keras penjualanya.

5. Berikan Harga Yang Bisa Terjangkau Anak Kecil

Jangan lupa, bisnis corndog dan hotang yang laku keras bila bisnis ini melibatkan kepentingan untuk anak kecil. Faktanya, hotang dan corndong adalah bagian jajanan anak kecil. Karena kepentingan anak kecil, pemberian harga juga harus bisa menjangkau anak kecil.

6. Berada Pada Lingkungan Ramai

Kebetulan, bisnis yang dirikan guru honor terletak pada wilayah pemukiman pesantren. Jadi, banyak para santri memilih jajanan di tempat ini, mengingat jajanannya sesuai selera mereka. Akhirnya, penjualannya bisa laku keras.

Hanya saja, biasanya, pemilihan tempat sepertinya faktor keberuntungan saja. Sehinga, bila mendapat tempat di tempat sepi, tidak lantas pesimis. Ada banyak cara memperkenalkan bisnisnya.

7. Jangan Dibebani Biaya Sewa

Sebaiknya, anda menghindari penjualan hotang dan corndog yang dibebani biaya sewa. Artinya, anda bisa mengetes terlebih dahulu penjual di depan rumah seperti yang dilakukan guru honorer. Hasilnya, penjualan laku setiap hari.

Tentunya, penjualan laku juga karena sistem delivery yang diterapkan usaha milik guru honorer.

Bila ternyata laku, untuk apa mengandalkan biaya biaya sewa yang mahal? Bukan persoalan mahal juga. Karena, bisnis cordog dan hotang adalah bisnis yang tidak bisa menerima banyak pemesanan karena sistem penjualannya dadakan.

Kecuali, bisnis cordong dan hotang bagian dari beberapa produk bisnis utama lainnya. Ini baru bisa mengandalkan tempat sewa. Karena, semakin banyak penjualan, persiapannya sebelum waktu penjualan.

8. Menyediakan Lemari Pendingin

Menyediakan lemari pendingin bisa dikatakan keharusan. Masalahnya, ada beberapa bahan yang membutuhkan pendingin seperti adonan corndog dan hotang, sosis, mozarela dan yang lainnya. Ketika tidak memiliki lemari pendingin, bisa memiliki resiko yang jauh lebih besar.

Memang, penambahan mesin cuci bukan sekedar faktor harga lemari pendingin saja. Beban listrik pun bertambah. Tetapi, bukankah setiap rumah bisa memiliki lemari pendingin tanpa harus untuk berjualan?

9. Sediakan Menu Minuman Sebagai Teman Usaha Gorengan

Pada awalnya, guru honorer hanya menjual corndog. Tetapi, hasil penjualannya tidak memuaskan. Karena, tidak semua konsumen menyukai cordog dan hotang. Apalagi, makanan ini tidak bisa menarget orang tua.

Karena penambahan menu produk tidak menghambat penjualan produk sebelumnya, akhirnya bisnis gorengan berkolaborasi dengan minuman.

10. Membuat Merek Yang Nyaman Untuk Panggilan

Membuat merek tidak perlu dipersulit. Merek tujuannya seperti halnya hak cipta. Bila makanan atau minuman disebar di banyak orang yang belum mengenal, mereka akan mengetahui langsung bahwa produknya milik salah satu merek.

Tetapi, pembuatan merek dengan serius juga tidak masalah, bila memang ada proyek besar sebuah bisnisnya.

11. Menyediakan Tempat Duduk

Bisnis corndog dan hotang adalah bisnis memasak dadakan. Jadi, prosesnya bisa agak lama untuk pemesan pertama. Intinya, ketika tidak ada tempat duduk, pembeli akan kelelahan berdiri lama.

12. Memberikan Kesempatan Mereka Melayani Sendiri Bila Menginginkan


Anda bisa memberikan kesempatan mereka melayani sendiri bila memang mereka menginginkannya. Alasan antrian yang lama, mungkin pembeli ingin bersegera dengan cara membuat sendiri olahan produknya. Tentunya,anda bisa menyutuji niatnya. Hanya saja, mereka hanya diberikan setengah pekerjaan saja.

13.    Menyediakan Layanan Penjualan Via Driver Online dan Free Driver


Sekarang ini era kemunculan driver online. Sangat disayangkan bila anda tidak memanfaatkan kemunculannya. Setiap waktu selalu datang para driver untuk memesan hotang, corndog dan juga minuman. Ini tentu dianggap efektif upaya memanfaatannya.

14.    Memiliki Aneka Menu Gorengan dan Minuman

Salah satu yang membuat bisnis hotang dan corndog laku, dikunjungi orang setiap hari tentu karena memilki variasi lain dari kedua itu. Dalah hal ini, bisnisnya menyediakan sostel, bastel, kentang goreng, long potato. Dalam segi minuman, memiliki beraneka rasa dan jenis minuman. ini yang menjadi salah satu kunci penjualan laku setiap hari.

Biasanya, pemesan lewat driver online karena memiliki jarak tempuh yang jauh.

Tetapi, usaha milik guru honor pun menyediakan pelayanan driver secara gratis. Ini untuk kebutuhan melayani pembeli yang berjarak dekat.